banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

Edukasi Literasi Pemanfaatan AI di Manokwari Diikuti 1.200 Peserta

Ketua STIH Manokwari Filep Wamafma dan Direktur Eksekutif Yayasan Kaizen Collaborative Impact Ismita Saputri foto bersama pelajar SMA/SMK yang mengikuti edukasi program AI Ready ASEAN di dataran Wapramasi, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (18/10/2025). (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
banner 120x600

Edukasi literasi AI menyasar mahasiswa, pelaku UMKM, dan pelajar jenjang SMA/SMK

Papuabaratnews.id, Manokwari — Sebanyak 1.200 peserta mengikuti gelaran edukasi literasi pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dilaksanakan di Manokwari, Papua Barat, selama tiga hari terhitung sejak 16-18 Oktober 2025.

banner 325x300

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program AI Ready ASEAN yang digagas ASEAN Foundation bersama Google.org serta mitra pelaksana Yayasan Kaizen Collaborative Impact.

“Edukasi literasi AI menyasar mahasiswa, pelaku UMKM, dan pelajar jenjang SMA/SMK,” kata Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Dr Filep Wamafma di Manokwari, Sabtu (18/10/2025).

Menurut dia bahwa, edukasi pemanfaatan teknologi AI berdampak positif terhadap kemajuan dunia pendidikan dan pengembangan sektor UMKM untuk memasarkan produk secara luas.

Hal itu menjadi dasar STIH Manokwari memfasilitasi Yayasan Kaizen Collaborative Impact selaku mitra resmi ASEAN Foundation di Indonesia, melakukan perluasan literasi digital.

“Kegiatan ekstrakurikuler seperti ini belum pernah ada di Manokwari,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, sektor pendidikan di Tanah Papua pada umumnya masih fokus dengan kegiatan akademik, perbaikan sarana prasarana pendidikan serta akses memperoleh beasiswa.

Oleh sebabnya, kolaborasi STIH Manokwari dan Yayasan Kaizen Collaborative Impact bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia menghadapi transformasi digital.

“Edukasi ini akan membentuk karakter generasi muda yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” ucap Filep yang juga menjabat Ketua Komite III DPD RI.

Menurut dia, mayoritas generasi muda di Papua Barat sudah menggunakan perangkat teknologi, tetapi dibekali dengan pemahaman cara memanfaatkan AI untuk kegiatan bernilai produktif.

Edukasi pemanfaatan teknologi AI akan berlanjut sesuai nota kerja sama yang telah ditandatangani STIH Manokwari dengan Yayasan Kaizen Collaborative Impact pada 16 Oktober 2025.

“STIH Manokwari berkomitmen menjadi pionir mendorong peningkatan pemahaman literasi digital,” kata Filep.

Direktur Eksekutif Yayasan Kaizen Collaborative Impact Ismita Saputri, menyebut program AI Ready ASEAN mendapat dukungan penuh dari Google.org dengan target sasaran 5,5 juta orang.

Fokus utama program tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teknis AI, tetapi etika digital, budaya digital yang inklusif, literasi digital, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.

“Kami berharap, generasi muda Manokwari semakin paham bagaimana cara memanfaatkan AI dengan bijak dan untuk hal-hal produktif,” ucapnya.

Menurut dia, tingkat literasi AI yang memadai berdampak positif terhadap penyebarluasan informasi positif tentang Papua Barat seperti, potensi wisata alam dan keberagaman budaya.

ASEAN Foundation sangat konsen meningkatkan pemahaman digital ke seluruh masyarakat di sepuluh negara, sehingga lebih kritis dan mampu menyaring berbagai informasi yang beredar.

“Setelah ini nanti pelajar, mahasiswa, guru-guru dan dosen akan mengikuti kegiatan lanjutan atau pembelajaran mendalam,” jelas Saputri. (ant)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *