banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

BKKBN Papua Barat Kerahkan 5.000 Kader Sukseskan 5 Program Percepatan Bangga Kencana

Sekretaris BKKBN Papua Barat Yahya R. Rumbino saat melakukan sosialisasi lima program percepatan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama Anggota DPR RI Obet Rumbruren di Distrik Prafi, Manokwari, Sabtu (11/10/2025). (ANTARA/Ali Nur Ichsan)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari —  Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua Barat mengambil langkah strategis dengan mengerahkan ribuan kader. Sebanyak 5.000 kader disiapkan untuk menyukseskan lima program percepatan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di wilayah kerjanya.

Inisiatif besar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga, mengendalikan pertumbuhan penduduk, serta memperkuat ketahanan keluarga di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Para kader ini akan menjadi ujung tombak dalam implementasi program-program vital yang telah dirancang. Mereka diharapkan mampu menjangkau hingga pelosok kampung untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

banner 325x300

Lima program percepatan tersebut meliputi GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA, dan Super Apps Keluarga Indonesia, yang semuanya berfokus pada pembangunan keluarga berkualitas. Dengan dukungan penuh dari para kader, BKKBN Papua Barat optimis dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan demi kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris BKKBN Papua Barat, Yahya R. Rumbino, menjelaskan bahwa 5.000 kader yang dikerahkan ini memiliki peran krusial. Mereka terdiri atas pembantu penyuluh keluarga berencana desa (PPKBD), tim pendamping keluarga (TPK), dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) yang tersebar di dua provinsi.

“Lima ribu kader ini tersebar hingga kampung-kampung untuk dua provinsi yang menjadi wilayah kerja BKKBN Papua Barat yaitu Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya,” kata Yahya saat sosialisasi Bangga Kencana bersama Anggota DPR RI Obet Rumbruren.

Keberadaan para kader ini sangat penting untuk memastikan program Bangga Kencana dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Mereka bertugas sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi, pendampingan, dan bantuan langsung kepada keluarga di daerah terpencil sekalipun.

Lima program percepatan yang diusung BKKBN Papua Barat dirancang untuk menjawab berbagai tantangan dalam pembangunan keluarga. Program-program tersebut adalah GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan Super Apps Keluarga Indonesia.

Melalui GENTING, BKKBN Papua Barat mendorong partisipasi aktif masyarakat atau orang tua asuh untuk membantu mencegah stunting pada keluarga berisiko. Bantuan yang diberikan dapat berupa nutrisi dan program sanitasi yang berfokus pada pencegahan stunting.

Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk program GENTING sangat vital. Mereka melakukan verifikasi dan validasi anak-anak yang berisiko stunting, kemudian menghitung kebutuhan gizi anak tersebut. Setelah itu, TPK mencari pihak-pihak yang bersedia menjadi orang tua asuh melalui program GENTING.

“TPK yang mengelola bantuan dari orang tua asuh untuk dijadikan pemberian makanan tambahan (PMK). TPK juga melakukan pendataan untuk mengontrol tumbuh kembang dan gizi anak stunting atau risiko stunting,” ujar Yahya R. Rumbino, menjelaskan detail peran TPK dalam program GENTING.

Selain GENTING, program TAMASYA berupaya memberdayakan kader untuk menyediakan fasilitas penitipan anak atau bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang memberikan fasilitas serupa. Hal ini membantu orang tua yang bekerja untuk tetap produktif tanpa mengabaikan pengasuhan anak.

BKKBN Papua Barat juga berupaya meningkatkan peran aktif ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan remaja melalui GATI. Program ini menekankan bahwa beban mengasuh anak bukan hanya tugas seorang ibu, melainkan tanggung jawab bersama kedua orang tua.

Para kader juga melaksanakan program SIDAYA, yang menyediakan layanan berbasis komunitas bagi lansia yang tidak mendapatkan perawatan dari anak-anak mereka. Program ini memastikan para lansia tetap aktif dan memiliki dukungan sosial.

“Misal di Manokwari ini kader-kader kita di SP8 aktif mengumpulkan lansia dan memberikan pendidikan yang bermanfaat sehingga memacu lansia untuk tetap aktif agar tidak memiliki pikiran yang melantur,” kata Yahya, menyoroti keberhasilan program SIDAYA di lapangan. Kader juga gencar melakukan sosialisasi Super Apps Keluarga, sebuah aplikasi super berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk tanya jawab program Kemendukbangga.

Anggota DPR RI Obet Rumbruren menegaskan bahwa Bangga Kencana merupakan program strategis nasional. Program ini menjadikan keluarga sebagai pusat pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup.

Bangga Kencana memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas keluarga, mengendalikan pertumbuhan penduduk, memperkuat ketahanan keluarga, menurunkan stunting, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Ini adalah visi jangka panjang yang ambisius.

Obet Rumbruren berharap pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus mendukung program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Sinergi antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Program ini menekankan pentingnya perencanaan keluarga, pengaturan jarak kelahiran, dan pengasuhan anak yang baik. Jadi bukan lagi soal membatasi anak, tetapi bagaimana merencanakan keluarga yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya, menggarisbawahi esensi dari program Bangga Kencana. (ant)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *