Papuabaratnews.id, Sorong – Dari dapur sederhana ke pasar digital, produk kuliner Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Papua Barat Daya (PBD)kini semakin berdaya saing. Berkat program pemberdayaan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, kelompok ini berhasil menggandakan produksi, mempercantik kemasan, hingga merambah penjualan online.
Sebanyak 18 anggota HWDI terlibat dalam program bertajuk “Pemberdayaan Perempuan Disabilitas melalui Literasi Bahasa dan Numerasi Fungsional dalam Pengelolaan Usaha Kuliner Lokal”. Program ini terlaksana berkat dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek tahun 2025.
Tim pengabdian Unimuda Sorong dipimpin oleh Nur Rokhima, M.Pd., bersama Yeni Witdianti, M.Pd., dan Mersi Axelina, M.Pd. Mereka menghadirkan praktisi UMKM dan pakar pemasaran digital guna memberi pendampingan langsung.
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi dan asesmen kebutuhan, kemudian dilanjutkan pelatihan manajemen usaha, perhitungan harga pokok produksi, desain kemasan dan branding, hingga strategi pemasaran digital. Para peserta juga mendapatkan bantuan teknologi tepat guna untuk mendukung produktivitas.
Hasilnya nyata. Kapasitas produksi kelompok meningkat hingga dua kali lipat, manajemen usaha semakin tertata, dan produk kuliner tampil lebih profesional. Kue kering, selai nanas, dan wedang jahe instan buatan HWDI kini memiliki logo, kemasan modern, serta katalog digital yang siap dipasarkan secara online.
“Program ini membuat kami lebih percaya diri. Produk kami kini punya merek, kemasan menarik, dan bisa dipasarkan melalui media sosial. Pendapatan kelompok juga naik sekitar 30 persen,” ujar salah satu anggota HWDI penuh semangat.
Ketua Tim Pengabdian, Nur Rokhima, menegaskan bahwa tujuan program tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun mentalitas wirausaha.
“Harapan kami, kelompok ini dapat terus berproduksi, memperluas jangkauan pasar, dan menjadi contoh sukses pemberdayaan perempuan disabilitas di Papua Barat Daya,” ujarnya.
Transformasi HWDI Papua Barat Daya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk maju. Produk kuliner mereka kini menembus pasar digital dan menjadi simbol kemandirian sekaligus inspirasi bagi komunitas lain di Tanah Papua. (pbn)


***
***





