Papuabaratnews.id, Sorong – Bentrokan antara massa dan aparat kepolisian terjadi di beberapa lokasi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (27/8/2025).
Dilansir dari Kompas.com, sekitar pukul 07.00 WIT, aparat bersenjata lengkap mengawal pemindahan empat tahanan politik (tapol) ke Makassar. Keberangkatan mereka dari Polresta Sorong Kota menggunakan lima kendaraan menuju Bandara Domine Edward Osok Sorong.
Massa yang berkumpul di depan Mapolresta sempat menolak pemindahan empat tahanan tersebut. Setelah keempat tahanan berhasil dibawa, massa bertindak anarkis. Mereka membakar gerobak milik pedagang. Polisi kemudian meredam situasi dengan membubarkan massa menggunakan tembakan gas air mata.
Massa yang bubar dari lokasi depan Polresta melanjutkan aksi mereka dengan menyerang kantor gubernur Papua Barat Daya dan kantor wali kota Sorong. Massa melemparkan batu yang menyebabkan sejumlah kaca ruangan pecah.
Bentrokan juga terjadi di tiga titik lain, yaitu di Kompleks Yohan, Jalan Baru, dan Kompleks Kantor Wali Kota Sorong. Akses jalan di depan Yohan diblokade oleh massa, yang kemudian menyerang polisi dengan batu dan botol. Dalam situasi yang semakin mencekam, polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk memukul mundur massa.
Di lokasi terpisah, bentrokan antara massa dan polisi mengakibatkan seorang korban, MW (22), yang diduga tertembak saat kerusuhan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman. MW terlihat terjatuh dan bersimbah darah, sehingga warga segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Malawei.
Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, mengatakan bahwa kasus penembakan ini masih dalam penyelidikan.
“Iya, jadi tim kami masih mendalami apakah pria yang diduga tertembak saat bentrok terjadi benar-benar tertembak atau tidak. Kita tunggu hasilnya,” ujar Kapolda di Polresta Sorong Kota.
Kapolda juga menyebutkan bahwa bentrokan yang mengakibatkan pengerusakan kantor Gubernur, Wali Kota Sorong, dan kediaman Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, sedang diselidiki pihak kepolisian.
“Kami sudah mengamankan 10 orang yang diduga kuat terlibat dalam bentrok massa dan pengerusakan rumah pribadi Gubernur,” tambahnya. (kom)


***
***





