banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Realisasi Investasi 2024 di Papua Barat Capai Rp13,03 Triliun

Kepala DPMPTSP Provinsi Papua Barat Godlief Aponno saat ditemui awak media di Manokwari, Selasa (8/7/2025). (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Barat mencatat realisasi investasi tahun 2024 mencapai Rp13,036 triliun atau mengalami pertumbuhan 438,76 persen.

Kepala DPMPTSP Papua Barat Godlief Aponno, mengatakan penanaman modal asing (PMA) memberikan kontribusi sangat signifikan terhadap kinerja investasi secara keseluruhan.

banner 325x300

“Target investasi tahun 2024 itu Rp2,42 triliun, sehingga terjadi pertumbuhan sebesar 438,76 persen,” kata Godlief di Manokwari, Selasa (8/7/2025).

Dia menjelaskan bahwa ada 240 proyek PMA dengan nilai investasi sebanyak Rp11,659 triliun yang terbagi dalam tiga klasifikasi, yaitu empat usaha primer, lima usaha sekunder, dan tujuh usaha tersier.

Kinerja investasi PMA tahun 2024 mengalami peningkatan kurang lebih Rp11,246 triliun apabila dibandingkan dengan nilai investasi PMA tahun 2023 yang tercacat sebesar Rp412,367 miliar dari 95 proyek.

“Ada dua sektor yang punya andil besar yaitu industri mineral non logam (sekunder), kemudian sektor listrik, air, dan gas (tersier),” jelas Godlief.

Selanjutnya, kata dia, nilai investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) tahun 2024 terealisasi sebanyak Rp1,377 triliun dari 1.901 proyek yang tersebar di tujuh kabupaten se-Papua Barat.

Nilai investasi PMA 2024 juga mengalami sedikit peningkatan yaitu Rp120 miliar, jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2023 sebesar Rp1,257 triliun dari 1.301 proyek PMA.

“Jumlah proyek PMA tahun 2024 meningkat 600 proyek dari tahun sebelumnya, sehingga nilai investasi juga naik,” ujarnya.

Menurut dia pencapaian investasi 2024 tidak terlepas dari peran DPMPTSP tujuh kabupaten di Papua Barat, yaitu Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan Kaimana.

Sinergisitas dan kolaborasi merupakan kunci keberhasilan dalam merealisasikan target investasi yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal.

“Kami terus mengingatkan agar perusahaan melaporkan LKPM secara berkala lewat sistem online single submission risk-based approach,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, pemerintah daerah mengintensifkan kegiatan sosialisasi maupun edukasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat soal dampak positif dari investasi terhadap pembangunan.

Keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam menciptakan situasi keamanan daerah yang kondusif, memengaruhi minat investor untuk menanamkan modal usaha di wilayah Papua Barat.

“Modal yang tercatat dalam realisasi investasi merupakan kegiatan belanja perusahaan swasta, bukan belanja pemerintah,” kata Godlief. (ant)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *