banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Pemkab Maybrat Optimalkan Danau Ayamaru untuk Tunjang Ekonomi Warga

Bupati Maybrat Karel Murafer saat pelepasan ribuan benih ikan air tawar di Danau Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Senin (5/5/2025). (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Sorong – Pemerintah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, mengoptimalkan keberadaan Danau Ayamaru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi warga setempat.

Bupati Maybrat Karel Murafer, mengatakan salah satu upaya pemda mengoptimalkan keberadaan Danau Ayamaru yaitu dengan melepas 10 ribu benih ikan nila dan mujair di danau alam tersebut.

banner 325x300

“Potensi budi daya ikan air tawar di Danau Ayamaru sangat besar karena danaunya begitu luas. Menjadi kewajiban pemerintah daerah memanfaatkan potensi yang ada ini untuk pengembangan ikan air tawar,” kata Karel di Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (7/5/2025), seperti dilansir dari Antara.

Ia mengakui keberadaan Danau Ayamaru selama ini sudah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat setempat.

Masyarakat sekitar rutin menangkap ikan untuk kebutuhan sehari-hari, sebagian lagi dijual untuk menunjang perekonomian warga setempat.

Karel menyebut budi daya ikan air tawar menjadi bagian penting untuk memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Maybrat.

“Penguatan ketahanan pangan di bidang perikanan menjadi bagian dari program prioritas kami untuk memastikan kebutuhan konsumsi ikan masyarakat terpenuhi secara baik dan maksimal,” katanya.

Adapun 10 ribu benih ikan nila dan mujair yang dilepas ke Danau Ayamaru merupakan sumbangan dari Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya Agustinus Kambuaya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Maybrat Ferdinandus Solossa menegaskan bahwa jajarannya akan segera menertibkan aktivitas masyarakat setempat yang dinilai dapat berpotensi merusak dan mencemari perairan Danau Ayamaru, seperti penebangan pohon, pembuangan limbah kotor dan lainnya.

Melalui kegiatan itu, diharapkan ekosistem Danau Ayamaru tetap terjaga.

Dalam waktu dekat, Pemkab Maybrat akan menggelar rapat bersama seluruh aparat distrik (kecamatan) dan kampung (desa) di sekitaran Danau Ayamaru guna memastikan kawasan itu tetap lestari dan terjaga ekosistemnya.

“Limbah bengkel tidak boleh masuk ke danau, termasuk berkebun di bantalan sungai. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Ferdinandus.

Danau Ayamaru terdiri atas tiga danau yakni Danau Jow dengan panjang sekitar 7 kilometer dan lebar 2 kilometer.

Selanjutnya, Danau Semitu dengan panjang sekitar 2 kilometer dan lebar 1,5 kilometer dan Danau Yate dengan panjang sekitar 3 kilometer dan lebar lebih dari 1 kilometer.

Ketiga danau itu bersinambung membentuk kaskade di satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayamaru. (ant)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *