Papuabaratnews.id, Manokwari – Kinerja ekspor Provinsi Papua Barat pada Februari 2025 menunjukkan capaian senilai US$ 274,79 juta, meskipun mengalami penurunan sebesar 3,87 persen dibanding bulan sebelumnya (Januari 2025).
“Nilai ekspor mengalami penurunan secara bulanan namun mengalami peningkatan secara tahunan. Secara bulanan, ekspor migas mengalami penurunan namun ekspor nonmigas mengalami peningkatan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, Merry dalam konferensi pers di Manokwari, Selasa (8/4/2025).
Ia menerangkan, golongan barang Bahan Bakar Mineral atau HS27 menjadi penyumbang terbesar ekspor dengan nilai mencapai US$ 272,06 juta, atau sekitar 99 persen dari total ekspor Papua Barat bulan ini.
Negara Tiongkok tercatat sebagai tujuan utama ekspor Papua Barat, dengan nilai ekspor mencapai US$ 180,11 juta atau berkontribusi 65,55 persen terhadap total ekspor. Disusul oleh Jepang dan Korea Selatan sebagai mitra dagang utama lainnya, yang secara kolektif menyumbang lebih dari 99 persen dari total ekspor ke luar negeri.
“Ekspor ke Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan memiliki konstribusi sebesar 99,01 persen dari total ekspor Provinsi Papua Barat,” ucapnya.
Merry juga menuturkan, ekspor ke Tiongkok, Hong Kong, dan Papua Nugini meningkat secara bulanan atau m-to-m maupun secara tahunan atau y-on-y. Sedangkan ekspor ke Jepang dan Korea Selatan menurun secara m-to-m namun meningkat secara y-on-y.
Sementara itu, nilai impor Papua Barat tercatat US$ 6,10 juta pada Februari 2025. Angka ini menunjukkan lonjakan 215,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Seluruh nilai impor tersebut berasal dari Australia, menjadikannya satu-satunya negara asal impor untuk bulan ini.
“Impor dari Australia meningkat baik secara m-to-m dan y-on-y,” kata Merry.
Meskipun ekspor mengalami sedikit penurunan secara bulanan, namun neraca perdagangan Papua Barat tetap menunjukkan surplus sebesar US$ 268,69 juta. Nilai ini memang lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Januari 2025, namun jauh lebih tinggi dibanding Februari 2024. (sem/pbn)


***
***





