banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Papua Barat Catat Deflasi Januari 2025, Terdalam di Indonesia

Ilustrasi aktivitas jual beli bahan makanan di pasar. (Warta Ekonomi/Sufri Yuliardi)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks harga konsumen (IHK) Papua Barat mencatatkan deflasi sebesar 2,29% month to month (m-to-m) pada Januari 2025. Artinya, terjadi penurunan IHK dari 107,94 pada Desember 2024, menjadi 105,47 pada Januari 2025.

Adapun secara tahunan (y-o-y), perubahan IHK Papua Barat pada Januari 2025 dibandingkan Januari 2024 sebesar 0,44%. Dari segi wilayah, tingkat deflasi ini menjadi yang terdalam dari 34 provinsi di Indonesia yang mengalami deflasi.

banner 325x300

Diketahui IHK mencatatkan deflasi bulanan pada Januari 2025 sebesar 0,76%, dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 105,99 pada Januari 2025. Secara tahunan, perubahan IHK pada Januari 2025 dibandingkan Januari 2024 sebesar 0,76%, terendah dalam 25 tahun terakhir.

Kepala BPS Papua Barat Merry menyampaikan, deflasi bulanan Papua Barat dipengaruhi oleh penurunan indeks harga dari dua kelompok pengeluaran  yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,33%, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,06%.

Adapun komoditas yang dominan menjadi penyumbang deflasi bulanan Papua Barat pada Januari 2025, meliputi tarif listrik, ikan cakalang, ikan kakap merah, tomat, dan tarif angkutan udara. Ini paling banyak disumbang tarif listrik dengan tingkat deflasi sebesar 2,34%.

”Deflasi ini terjadi akibat diskon 50 persen bagi pelanggan sampai 2.200 VA (volt ampere) di Januari 2025,” kata Merry dalam konferensi pers inflasi bulanan di Manokwari, Senin (3/2/2025).

Selain harga listrik, komoditas lain yang juga memberikan andil deflasi adalah ikan cakalang dengan deflasi 0,42%, ikan kakap merah sebesar 0,10%, tomat sebesar 0,06%, dan tarif angkutan udara dengan andil deflasi 0,04%.

Adapun penyumbang inflasi bulanan di Januari 2025 berasal dari kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,17% dengan andil inflasi 0,07%. Kemudian disusul kelompok transportasi sebesar 0,28% dengan andil inflasi 0,03%.

Infografis Indeks Harga Konsumen Provinsi Papua Barat Januari 2025

BPS juga mencatat, lima komoditas yang disebutkan sebagai penyumbang inflasi bulanan pada Januari 2025 yaitu ikan tuna memberikan andil inflasi sebesar 0,12%, ikan laying/momar 0,09%, cabai rawit dan bensin masing-masing sebesar 0,07%, dan bakso siap santap 0,06%.

Sementara itu, kata Merry, deflasi tahunan Papua Barat pada Januari 2025 berbanding terbalik dengan kondisi pada Desember 2024 dan Januari 2024 yang mengalami inflasi masing-masing 2,53% dan 3,05%.

Ia menyebut, deflasi tahunan Papua Barat pada Januari 2025 sebesar 0,44% itu dipengaruhi oleh penurunan indeks harga dari empat kelompok pengeluaran.

Adapun empat kelompok itu adalah pakaian dan alas kaki, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, kelompok kesehatan, serta kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan.

“Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan kabar rumah tangga mengalami deflasi sebesar 13,88% dengan andil 2,29%,” kata Merry. (sem/pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *