banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

Wujudkan Generasi Cerdas, Ruang Berbagi Manokwari Gelar Diskusi Pentingnya Literasi Sejak Usia Dini

Acara diskusi interaktif bertajuk pentingnya literasi sejak usia dini yang digagas Ruang Berbagi Manokwari, Senin (28/10/2024). (Papuabaratnews/Sam Sirken)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari – Demi membangun generasi cerdas di tanah Papua, Ruang Berbagi Manokwari mengadakan diskusi dengan tema “Menciptakan Generasi Cerdas: Pentingnya Literasi di Usia Dini” yang diselenggarakan pada Senin (28/10/ 2024) di Honai Kopi Manokwari.

Acara diskusi yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi sejak usia dini.

banner 325x300

Diskusi interaktif ini dihadiri para peserta dari berbagai latar belakang, antara lain guru PAUD/TK, pengelola taman baca, orang tua, mahasiswa pendidikan, dan pegiat literasi.

Mona Grace, Pelaksana Tugas Kepala PAUD/TK Makarismos Manokwari, memaparkan pentingnya literasi usia dini di lembaga pendidikan. Misalnya, kemampuan membaca dan menulis adalah fondasi bagi semua bentuk pembelajaran. Anak-anak yang terpapar literasi lebih awal cenderung memiliki kinerja akademik yang lebih baik di sekolah,

“Membaca dan menulis merangsang perkembangan otak, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dan membantu anak memahami dunia di sekitar mereka,” ujar Mona.

Menurutnya, literasi juga mendukung keterampilan komunikasi. Anak-anak yang dapat membaca dan berbicara dengan baik lebih mampu berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa.

Sementara, Yudith Yewun, Pendiri Rumah Baca Manokwari, berbagi praktik baik dalam mengajarkan literasi kepada anak-anak di taman baca. Ia menyebut, salah satunya adalah menyediakan berbagai jenis buku, termasuk cerita, non-fiksi,  dan buku bergambar.

“Ini membantu anak-anak menemukan minat mereka,” kata Yudith.

Selain itu, sebut Yudith, ada aktivitas cerita bersama, yakni membacakan cerita dengan ekspresi dan intonasi yang menarik. Kemudian mendiskusikan isi cerita setelah membacanya untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan anak-anak.

“Ajak anak-anak untuk menggambar atau menulis tentang cerita yang mereka baca. Ini mendorong mereka untuk berpikir lebih dalam dan mengekspresikan ide,” jelasnya.

Ketua Ruang Berbagi Manokwari, Angela Torimtubun menjelaskan, melalui kegiatan ini peserta diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan dan solusi dalam mendukung literasi anak usia dini.

“Kami berharap kegiatan ini bisa mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap literasi anak dan berperan aktif dalam membangun generasi masa depan yang lebih baik” kata Angela. (sem/pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *