banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Diskon Tiket Pelni Dimanfaatkan 85 Persen Penumpang Mudik di Manokwari

Penumpang memadati Pelabuhan Manokwari saat proses naik ke kapal Pelni menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Minggu (15/3/2026). Program diskon tarif tiket mendorong peningkatan jumlah penumpang transportasi laut di wilayah Papua Barat. (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Program stimulus tarif 30 persen dorong kenaikan jumlah penumpang jelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Pemanfaatan program diskon tarif tiket kapal penumpang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Manokwari mencapai 85 persen dari kuota yang disediakan menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

banner 325x300

Kepala Operasional PT Pelni Cabang Manokwari Abdul Rais Akbar mengatakan program stimulus pemerintah berupa pemberian diskon tarif tiket 30 persen dimanfatkan secara optimal oleh masyarakat pengguna jasa transportasi laut.

“Terjadi peningkatan penumpang sekitar 5 persen dibanding Lebaran 2025 seiring dengan adanya program stimulus dari pemerintah,” kata Rais di Manokwari, Senin (16/3/2026).

Ia menyebut bahwa jumlah penumpang KM Gunung Dempo yang berangkat dari Pelabuhan Manokwari pada 15 Maret 2026 menuju Pelabuhan Makassar, Surabaya dan Tanjung Priok tercatat sebanyak 1.246 orang.

Pihaknya terus melakukan terus memantau perkembangan arus penumpang mudik sekaligus memastikan operasional kapal dan pelayanan di Pelabuhan Manokwari berjalan maksimal sesuai ekspektasi bersama.

“Kalau penumpang yang turun kemarin itu 816 orang dan penumpang lanjutan 1.230 orang, sehingga total penumpang KM Dempo mencapai 2.476 orang,” kata Rais.

Menurut dia, diskon tarif tiket kapal untuk keberangkatan penumpang mudik Lebaran 1447 Hijriah mulai diberlakukan sejak 11 Maret 2026 dan akan berakhir pada 5 April 2026. Potongan tarif tersebut tidak termasuk biaya asuransi dan pas pelabuhan.

Ada enam armada kapal milik PT Pelni yang melayani angkutan mudik Lebaran 2026 di Manokwari, yaitu KM Sinabung, KM Gunung Dempo, KM Dorolonda, KM Ciremai, KM Labobar, dan KM Dobonsolo.

“Ada tambahan dua armada, karena layanan reguler Manokwari hanya empat kapal yaitu KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Dorolonda, dan KM Gunung Dempo,” ujarnya. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *