Cadangan pangan dipastikan cukup hingga lima bulan ke depan; SPHP dijual di bawah HET dan distribusi tambahan 8.700 ton dilakukan bertahap.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Perum Bulog Cabang Manokwari, Papua Barat menyiapkan total 1.782 ton beras guna memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari Sheika Irawaty menyampaikan bahwa stok beras yang tersedia saat ini sekitar 782 ton, sementara tambahan 1.000 ton masih dalam proses pengiriman.
“Jika 1.000 ton sudah tiba, maka stok dipastikan aman hingga lima bulan ke depan. Saat ini persediaan di gudang sekitar 728 ton dan masih mencukupi sampai April,” ujarnya di Manokwari, Kamis (5/3/2026).
Cadangan beras pemerintah tersebut dialokasikan untuk kebutuhan aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, bantuan pangan masyarakat, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Harga beras SPHP dijual Rp11.600 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp13.500 per kilogram.
“SPHP kami jual di bawah HET, termasuk melalui mitra resmi. Beras SPHP tidak boleh dijual melebihi HET,” tegasnya.
Selain itu, Bulog Manokwari juga memperoleh tambahan cadangan beras pemerintah sebanyak 8.700 ton. Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kapasitas gudang yang mampu menampung 3.500 ton.
Wilayah kerja Bulog Manokwari mencakup lima kabupaten di Papua Barat, yakni Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.
“Tambahan 8.700 ton masih menunggu proses pengangkutan karena keterbatasan kapasitas gudang. Permintaan SPHP sejauh ini masih normal,” ujarnya.
Selain beras, Bulog juga menyediakan minyak goreng bersubsidi merek Minyakita. Stok tersedia saat ini mencapai 71 ribu liter dan tambahan 55 ribu liter masih dalam pengiriman.
Terdapat tiga BUMN yang ditugaskan menjual Minyakita dengan harga tidak melebihi HET Rp15.700 per liter, yakni Bulog, ID FOOD, dan Agrinas Palma.
“Kami menjual Minyakita Rp15.500 per liter. Sementara stok gula di gudang tersedia 26 ton dengan harga Rp18.000 per kilogram,” katanya.
Bulog Manokwari juga mengingatkan seluruh mitra agar mematuhi ketentuan distribusi dan harga penjualan beras maupun minyak goreng bersubsidi. Pelanggaran terhadap aturan akan dikenakan sanksi.
“Satgas Pangan terus melakukan pemantauan. Jika ditemukan penjualan di atas HET, sanksi akan diberikan,” ujarnya.(pbn)


***
***





