Penutupan ini dilakukan pasca insiden penembakan pilot Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation, 11 Februari 2026.
Papuabaratnews.id, Jakarta – Kementerian Perhubungan menutup sementara 11 bandara perintis di Papua menyusul insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada 11 Februari 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi risiko dan penguatan pengamanan penerbangan perintis di wilayah rawan.
Peristiwa tersebut menambah daftar insiden serupa dalam beberapa tahun terakhir. Pada Juli 2023, pesawat Smart Aviation (PK-SNO) ditembak hingga sayapnya terkena dua peluru. Kemudian pada 16 Februari 2024, pesawat Asian One Air ditembak saat hendak mendarat di Bandara Milawak, Beoga.
Sehari berselang, 17 Februari 2024, pesawat ATR 72-600 milik Wings Air juga ditembak saat mendekati landasan di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, menyebabkan satu penumpang cedera ringan. Insiden paling fatal terjadi pada 11 Februari 2026 di Korowai Batu, Boven Digoel, ketika pesawat PK-SNR ditembak saat mendarat, menewaskan pilot dan kopilot sementara seluruh penumpang selamat.
Berikut daftar 11 bandara di Papua ditutup sementara: Satpel Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapangan Terbang Kapiraya, Lapangan Terbang Iwur, Lapangan Terbang Faowi, Lapangan Terbang Dagai, Lapangan Terbang Aboy, Lapangan Terbang Teraplu, dan Lapangan Terbang Beoga.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan operasional bandara-bandara di Papua yang ditutup akan dibuka setelah ada bantuan pengamanan dari TNI/Polri. “Dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” paparnya.
Kondisi saatt ini masuk pada kategori risiko ekstrem. Oleh karena itu, ia mengatakan Ditjen Perhubungan Darat berkoordinasi dengan para operator peberbangan agar waspada.
Ada lima bandara yang masuk dalam situasi rawan namun terkendali karena dijaga aparat. Penerbangan dapat dilaksanakan yakni: Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Bandara Illu, Satpel Sinak di Ilaga, dan Satpel Agandugume di Ilaga
Lukman mengatakan pentingnya surat keputusan bersama antar pemerintah daerah dan TNI/Polri untuk keamanan angkutan udara khususnya penerbangan perintis.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan penutupan sementara 11 bandara perintis di wilayah Papua dilakukan sebagai langkah preventif setelah insiden penembakan pilot dan kopilot, guna memastikan keselamatan penerbangan dan keamanan operasional bandara.
“Salah satu sikap atau tindakan preventif kami sekarang ini adalah dengan menutup beberapa bandara yang kami rasakan belum cukup memadai keamanannya, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Dia menyampaikan penutupan 11 bandara dan lapangan terbang perintis dilakukan menyikapi kejadian penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation yang mengakibatkan pilot dan kopilot pesawat perintis itu meninggal dunia.
Penutupan dilakukan karena bandara-bandara tersebut dinilai belum memiliki tingkat pengamanan memadai, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi awak dan penumpang pada operasional penerbangan perintis.
Lebih lanjut dia mengatakan Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi keamanan di sekitar bandara dapat dikelola secara optimal, utamanya di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), guna melindungi penerbangan perintis.
“Khususnya yang berada di daerah 3TP sebagaimana yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu di Papua (penembakan pilot dan kopilot), kami telah melakukan koordinasi dengan stakeholder,” ujar Menhub.
Adapun koordinasi itu melibatkan aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas menjaga stabilitas wilayah.
Upaya itu dilakukan sekaligus mendukung upaya pemerintah memulihkan aktivitas transportasi udara secara bertahap di sejumlah bandara perintis terdampak langsung.
“Kami melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan yang ada di bandara itu bisa bisa kita kelola dengan sebaik-baiknya,” kata Menhub. (mid/ant)


***
***





