banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

Sepuluh Kepala Daerah Siap Adu Gagasan Budaya di Anugerah Kebudayaan PWI Pusat

Bupati Manokwari, Hermus Indou, menampilkan visual promosi Festival Teluk Doreh yang menjadi salah satu unggulan kebudayaan Kabupaten Manokwari menuju Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. (Dok. PWI)
banner 120x600

Presentasi digelar 8–9 Januari 2026 di Jakarta sebagai tahap penentuan penerima Trofi Abyakta pada puncak HPN 2026 di Banten.

 Papuabaratnews.id, Jakarta –- Sebanyak 10 kepala daerah dari berbagai penjuru Indonesia dipastikan mengikuti tahap presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 yang akan berlangsung pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta. Tahapan ini menjadi seleksi akhir sebelum penentuan penerima Trofi Abyakta pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, 9 Februari 2026.

banner 325x300

Kesepuluh kepala daerah tersebut berasal dari wilayah yang beragam, mulai dari Labuhanbatu, Sumatera Utara, hingga Manokwari, Papua Barat. Mereka terdiri atas tiga wali kota dan tujuh bupati yang lolos seleksi administrasi dan substansi oleh Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Tahap presentasi ini bertujuan menguji pemahaman, konsistensi, serta implementasi nyata program pemajuan kebudayaan yang telah dijalankan di daerah masing-masing, sebagaimana tertuang dalam proposal yang diajukan.

Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengatakan seluruh peserta terpilih melalui proses seleksi ketat berdasarkan kelengkapan dan kualitas dokumen pendukung.

“Berkas yang dinilai bukan hanya proposal utama, tetapi juga video kegiatan, dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), peraturan daerah, tautan pemberitaan media, hingga dokumentasi foto. Totalnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan halaman,” ujar Yusuf, yang telah menangani Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sejak HPN 2016 di Lombok.

Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita, bersama anak-anak saat kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari program pemajuan kebudayaan dan edukasi lingkungan di daerah. (Dok. PWI)

Ia menegaskan, presentasi langsung di hadapan Dewan Juri menjadi instrumen penting untuk memastikan keaslian program, keberlanjutan kebijakan, serta peran kepala daerah dalam mengarusutamakan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan.

Presentasi akan dilaksanakan di kantor PWI Pusat, Jakarta, dengan masing-masing kepala daerah memaparkan gagasan, capaian, serta strategi pemajuan kebudayaan di wilayahnya.

Dewan Juri AK PWI–HPN 2026 berjumlah lima orang yang berasal dari kalangan seniman, budayawan, akademisi, dan pimpinan pers nasional, yakni: Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ, penari, artis film), Agus Dermawan T. (Pengamat dan penulis seni budaya, penerima Anugerah Kebudayaan RI), Sudjiwo Tejo (Seniman, budayawan, anggota Tim Pakar PWI Pusat), Akhmad Munir (Direktur Utama LKBN Antara, Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030), dan Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior, pelukis, penyair)

Adapun daftar Kepala Daerah peserta presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 adalah: Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat, Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun, Wali Kota Mataram, NTB, Mohan Roliskana, Bupati Lampung Utara, Lampung, Hamartoni Ahadis, Bupati Temanggung, Jawa Tengah, Agus Setiawan, Bupati Manggarai, NTT, Heribertus Geradus Laju Nabit, Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman, Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Maya Hasmita, Bupati Manokwari, Papua Barat, Hermus Indou, dan Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengangkat tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.” Dari tiga subtema yang ditawarkan, mayoritas peserta memilih subtema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya yang inklusif.

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bersama tokoh adat dalam kegiatan budaya tradisional sebagai wujud pelestarian warisan budaya lokal berbasis komunitas. (Dok. PWI)

Penilaian difokuskan pada keterkaitan program dengan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, termasuk aspek inovasi, keberlanjutan, serta dampak program bagi masyarakat lokal, nasional, hingga global.

Memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat menambahkan kategori baru bertajuk “Wartawan dan Komunitas.” Kategori ini diberikan kepada insan pers dan komunitas budaya yang konsisten berkarya minimal 10 tahun dan memiliki dampak luas.

Dewan Juri menetapkan tiga penerima penghargaan kategori ini, yaitu: Rahmi Hidayati (Tangerang Selatan), mantan wartawan Bisnis Indonesia dan Ketua Perempuan Berkebaya Indonesia. Seno Joko Suyono (Jakarta/Bekasi), mantan wartawan Tempo dan penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival. Henri Nurcahyo (Surabaya), penggerak komunitas Panji hingga tingkat Asia dan internasional.

Ketiganya akan menerima Trofi Abyakta pada puncak peringatan HPN 2026 di Banten. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *