banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Dinas Pendidikan Pegaf Prioritaskan Insentif untuk Tingkatkan Kinerja Guru

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pegaf, Deny Agustinus Ngutra foto bersama peserta workshop pelatihan pembuatan perangkat pembelajaran dan pengelolaan kinerja di Manokwari, Senin (8/12/2025). (Papuabaratnews.id/Sam Sirken)
banner 120x600

Insentif disebut kunci menjaga guru tetap betah bertugas di wilayah 3T serta mendorong peningkatan mutu belajar siswa.

Papuabaratnews.id, Manokwari – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) memprioritaskan pemberian insentif bagi para guru sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah 3T.

banner 325x300

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pegaf, Deny Agustinus Ngutra, mengatakan kebijakan tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung para guru agar dapat betah dan fokus menjalankan tugas di medan pendidikan yang menantang.

“Insentif ini bentuk perhatian pemerintah bagi guru yang bertugas di wilayah 3T. Kami ingin mereka nyaman dan bisa menjalankan proses belajar-mengajar dengan baik,” ujarnya.

Selain memastikan keberlanjutan insentif, Dinas Pendidikan juga memperkuat program komunitas belajar guru (kombel) untuk mendorong peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

Menurut Deny, kolaborasi dengan berbagai lembaga seperti UNICEF, BPMP, dan PGTK menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kompetensi guru di Pegaf.

Dinas Pendidikan bekerja sama dengan UNICEF dalam program literasi dan numerasi kelas awal, yang telah berjalan sejak pertengahan 2024 dan akan dilanjutkan hingga 2026. Program ini dinilai penting karena menjadi fondasi bagi jenjang pendidikan berikutnya.

“Melalui program ini, anak-anak kelas awal mulai bisa membaca dan berhitung dengan baik. Kami juga ingin guru semakin terampil menghidupkan proses literasi dan numerasi di kelas,” kata Deny.

Ia mengakui bahwa ketersediaan SDM guru di Pegaf masih belum ideal, sehingga peningkatan kapasitas terus didorong melalui pelatihan dan pendampingan. Dinas Pendidikan berharap peningkatan profesionalitas guru berimbas langsung pada mutu pembelajaran yang diterima peserta didik.

Sebagai wujud dukungan tambahan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk kegiatan KKG, MGMP, KKKS, serta pertemuan komunitas guru yang memungkinkan adanya berbagi praktik baik, termasuk terkait kebijakan baru tentang pembelajaran mendalam (deep learning).

“Kegiatan kombel seperti yang berlangsung di Manokwari pada Selasa (9/12/2025) juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring antarguru,” jelasnya.

Deny menambahkan bahwa pihaknya turut memberi perhatian khusus pada pengembangan muatan lokal, terutama pelestarian bahasa-bahasa daerah di Pegunungan Arfak. Ia mendorong guru menyusun perangkat ajar yang relevan dengan konteks budaya dan kebutuhan anak-anak di Pegaf.

“Kami ingin muatan lokal mencerminkan identitas Pegaf dan membantu anak-anak tetap terhubung dengan budaya mereka,” ujarnya.

Dengan kombinasi kebijakan insentif, peningkatan kapasitas guru, dan penguatan program literasi kelas awal, Pemkab Pegaf berharap mutu pendidikan di daerah tersebut terus membaik dalam beberapa tahun mendatang. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *