Papuabaratnews.id, Yogyakarta –- Proses kuliah kerja nyata (KKN) kelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di Biak Numfor, Papua tahun lalu dikemas dalam bentuk film dokumenter dan mulai diputar di bioskop XXI Yogyakarta pertengahan bulan ini. Film bertajuk After Movie Biak Elok 2024 itu selama durasi 60 menit
mengajak penonton menyelami aktivitas sehari-hari masyarakat Biak Numfor melalui kisah budaya, relasi sosial, hingga kondisi ekologis yang ditemui selama penugasan mahasiswa.
Film Dokumenter Hadirkan Mahasiswa KKN
“Film ini hasil kolaborasi tim yang mengerahkan energi, pemikiran, dan waktu untuk menampilkan wajah Biak secara lebih jujur dan membuka kesempatan publik melihat lebih dekat,” kata sutradara After Movie Biak Elok 2024, Fauzy Ash Siddiqiy, Selasa (18/11/2025).
Fauzy mengatakan premis awal film ini menghadirkan orang-orang (mahasiswa KKN) yang sebelumnya tidak pernah mengenal tanah Papua. Mereka berupaya agar bisa masuk ke Biak.
Yang menarik, kata dia, film ini murni seluruhnya didokumentasikan secara konvensional tanpa melibatkan campur tangan teknologi kecerdasan buatan atau AI. “Seluruh bagian film ini diselesaikan dengan pendekatan murni tanpa dukungan A, ujarnya, ” ucapnya.
Bukan berarti kita tidak mendukung industri AI di Indonesia. Tetapi kita mencoba untuk memberikan audiens bagaimana perasaaan berada di sana, semua terasa nyata,” kata dia.
Membingkai Mahasiswa Lewat Film
Sehingga dari awal hingga akhir, film ini bukan semata dokumentasi kegiatan mahasiswa dengan seluk beluknya. Melainkan medium untuk menampilkan kembali kedekatan, keberagaman budaya, serta dinamika sosial masyarakat Papua yang selama ini jarang tersampaikan melalui karya visual.
Dalam setiap adegannya, film ini coba membingkai hubungan mahasiswa dengan warga lokal melalui berbagai kegiatan edukatif yang dikemas menarik. Mulai dari edukasi pengelolaan sampah, inisiatif pemberdayaan kawasan pesisir, serta aktivitas pelestarian pariwisata berkelanjutan.
Keindahan lanskap laut Biak yang masih sangat alami dengan kehidupan pesisir dan tradisi masyarakatnya menjadi dasar penceritaan film ini.
Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) KKN Biak Elok 2024, Anugrah Amin Ignatius Julio yang akrab disapa Wejai dari Papua mengungkap, proses lahirnya film tersebut. Proses masuknya kelompok KKN itu ke Biak tidak serta merta, namun ada hubungan batin yang lebih dulu dibangun.
“Dulu karena ada plakat KKN UGM di kampung halaman saya, saya termotivasi untuk mendapat beasiswa dan akhirnya bisa kuliah di UGM. Saya berharap kesempatan serupa dapat dinikmati generasi muda di Biak,” kata Wejai.
Film Dokumenter Prasasti Perjuangan Papua
Wejai menambahkan film dokumenter tersebut tumbuh dari pengalaman hidup mahasiswa selama tinggal bersama masyarakat Biak. Menurutnya, film ini menjadi wujud pendekatan yang penuh cerita dan suka cita sebagaimana nilai yang dijunjung universitas. “Saya berharap film ini menjadi prasasti bagi semangat kemajuan Papua,” kata dia.
Direktur Pengabdian Kepada Masyarakat UGM Rustamaji melihat film ini sebagai penanda yang memperkuat kontribusi universitas di berbagai daerah. “Film ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua bagaimana kita melihat Indonesia dengan keberagamannya, terdiri dari banyak suku, bahasa, keindahan, hingga potensi,” kata dia. (tem)


***
***





