banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

Begini Supermoon Mempengaruhi Hewan di Laut dan di Darat

Citra Supermoon terlihat di Bandung, pada pukul 18.42 WIB, 7 Oktober 2025. (Dok. BMKG)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Jakarta – Fenomena supermoon seperti yang terjadi pada Selasa, 7 Oktober 2025, dapat mempengaruhi perilaku hewan liar, terutama yang sensitif terhadap cahaya malam dan pasang surut air laut. Supermoon atau dikenal bulan purnama perigean memancarkan cahaya yang lebih terang ketimbang fase purnama biasa.

“Ada dua faktor pemicu utama perubahan perilaku hewan saat supermoon, yaitu cahaya bulan yang lebih terang dan juga pasang surut yang lebih ekstrem,” ujar Guru Besar Ekologi Hewan di Universitas Mataram, I Wayan Suana, pada Selasa (7/10/2025).

banner 325x300

Suana menuturkan, hewan laut dapat terpengaruh oleh supermoon lewat perubahan waktu migrasi, pemijahan, dan perilaku makan. Ikan dan invertebrata yang mengandalkan pasang surut air laut juga disebutnya dapat lebih aktif saat supermoon.

“Hewan laut yang bisa terpengaruh supermoon adalah penyu, ikan-ikan kecil, plankton, kepiting, dan predator laut yang mengandalkan cahaya,” ujarnya sambil menambahkan perubahan perilaku karena supermoon bergantung pula kepada keadaan musim, geografis, dan ekosistem.

Adapun hewan darat yang perilakunya dapat terpengaruh supermoon adalah serangga malam, burung hantu, kelelawar, dan mamalia nokturnal. Hewan predator juga akan lebih mudah mencari mangsa dengan bantuan sinar bulan, sedangkan hewan mangsa lebih berhati-hati, bahkan mengurangi aktivitas saat malam.

Perilaku hewan juga menyesuaikan lamanya fenomena supermoon, yakni hanya satu malam. Sementara itu efek dari pasang surut ekstrem dapat dirasakan selama satu hingga tiga hari sebelum dan setelah fenomena tersebut, dengan total pengaruhnya selama tiga sampai lima hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan fenomena supermoon pertama tahun ini terjadi pada 7 Oktober 2025. Di Indonesia, supermoon terjadi pukul 10.47 WIB. Saat fenomena itu terjadi, bumi dan bulan berada pada jaraknya yang terdekat, yakni 361.458 kilometer.

Secara keseluruhan, fenomena bulan purnama yang tampak besar dapat disaksikan secara langsung hingga 8 Oktober 2025. Adapun fenomena supermoon selanjutnya kembali menghiasi langit Indonesia pada 5 November 2025 pukul 20.19 WIB dan 4 Desember 2025 pukul 06.14 WIB. (ant)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *