Papuabaratnews.id, Waisai – Dunia pendidikan di Kabupaten Raja Ampat mencatat langkah baru dengan hadirnya pelatihan guru berbasis teknologi Virtual Reality (VR). Kegiatan yang digelar di Aula SDN 29 Perum 100 Waisai, Sabtu (20/9/2025), ini diikuti 25 guru sekolah dasar yang tergabung dalam KKG Rayon I Waisai.
Program pengabdian masyarakat ini digagas tim dosen Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong yang dipimpin Dr. Nursalim, M.Pd., bersama Dwi Pamungkas, M.Pd., dan Agus Setiawan, M.Pd. Mereka memperkenalkan pemanfaatan VR untuk mendukung pembelajaran literasi numerasi dan bahasa Inggris dengan mengangkat konten kearifan lokal Papua.
“Penggunaan VR bukan hanya soal teknologi, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Kami ingin siswa memahami literasi numerasi dalam bahasa Inggris sekaligus bangga pada budaya mereka sendiri,” ujar Dwi Pamungkas dalam sambutannya.
Ketua KKG Rayon I Waisai, Mansyur Hidayat, M.Pd., menyebut pelatihan ini sejalan dengan semangat KKG untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. “Bapak ibu guru mendapat pengalaman baru yang akan memperkaya praktik di kelas,” katanya.
Kepala SDN 29 Perum 100, Esau Kaihatu, S.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi terobosan dalam pembelajaran di Raja Ampat. “Anak-anak akan lebih bersemangat belajar dengan pendekatan teknologi yang berpadu dengan budaya lokal,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Raja Ampat, Adam Masini, S.Pd., menegaskan pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut. “Ini langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan di daerah kepulauan. Kami berharap semakin banyak sekolah dapat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Pelatihan meliputi pengenalan perangkat VR, pembuatan konten lokal, hingga simulasi wisata virtual Raja Ampat yang dipadukan dengan materi literasi numerasi. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa hingga 54 persen serta meningkatnya kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi.
Program ini terlaksana berkat dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek tahun 2025. Dengan kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas guru, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi pendidikan di Raja Ampat, melahirkan generasi muda Papua yang cerdas, kreatif, dan tetap berakar pada budaya lokal. (rls/pbn)


***
***





