Papuabaratnews.id, Manokwari – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyebut realisasi pembayaran klaim Program Jamsostek dan beasiswa di Provinsi Papua Barat periode Januari-Juli 2025 mencapai Rp61,62 miliar.
Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Manokwari Gerry Dame Malelak mengatakan, jumlah pengajuan klaim untuk lima Program Jamsostek dan beasiswa tercatat sebanyak 3.813 klaim.
“Realisasi pembayaran klaim semester I tahun 2025 sebanyak Rp61,62 miliar untuk 3.813 kasus,” ujarnya di Manokwari, Rabu (20/8/2025).
Gery menyebut pembayaran klaim terbanyak berasal dari Program Jaminan Hari Tua (JHT) Rp52,41 miliar bagi 3.171 penerima, disusul Program Jaminan Kematian (JKM) Rp7,63 miliar untuk 243 kasus.
Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) Rp573,19 juta untuk 277 penerima, Jaminan Pensiun (JP) Rp406,39 juta kepada 39 penerima, dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp328,47 juta untuk 7 penerima.
“Kami sudah salurkan beasiswa sebanyak Rp271 juta untuk 76 anak dari peserta Jamsostek,” ucap Gerry.
Saat ini, kata dia, peserta aktif Program Jamsostek yang tersebar di tujuh kabupaten se-Papua Barat 81.830 orang terdiri atas 40.961 pekerja formal atau penerima upah dan 40.869 pekerja informal.
Jumlah pekerja informal atau pekerja rentan pada periode Januari-Juni 2025 sudah termasuk dengan pekerja rentan yang didaftarkan oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak dan Kaimana.
“Kalau yang didaftarkan pemerintah provinsi, Pemkab Manokwari Selatan, Pemkab Manokwari, dan Pemkab Teluk Bintuni masuknya Juli 2025,” ujar Gerry.
Menurut dia penambahan dua kantor unit layanan di Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak berdampak positif terhadap upaya edukasi dan sosialisasi manfaat Program Jamsostek bagi masyarakat.
BPJamsostek juga terus meningkatkan koordinasi dengan badan usaha pemberi kerja agar mendaftarkan tenaga kerja menjadi peserta Program Jamsostek minimal dua program.
“Jumlah badan usaha yang sudah terdaftar dari Januari sampai Juni 2025 ada 2.912 badan usaha,” ucap Gerry. (pbn)


***
***





