banner 468x60 *** banner 468x60 ***

BPS Ungkap Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025 hingga Mencapai 5,12 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year) di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. (Dok Istimewa)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan kedua tahun 2025 mencapai 5,12 persen dibandingkan periode serupa tahun lalu atau year-on-year (yoy). Adapun pada triwulan pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,87 persen.

“Besaran produk domestik bruto atau PDB pada triwulan II 2025 Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp 5.947 triliun, dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp 3.396,3 triliun,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud, di Jakarta, Selasa (5/8/2025), seperti dikutip dari Antara.

banner 325x300

Edy menyebutkan, dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,31 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,67 persen.

Pada triwulan II-2025, kata Edy, provinsi-provinsi di Pulau Jawa masih menjadi motor utama perekonomian Indonesia secara spasial. Kontribusinya mencapai 56,94 persen terhadap PDB nasional dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,24 persen (yoy).

Sedangkan perekonomian Indonesia pada triwulan II-2025 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya naik 4,04 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,53 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) tumbuh tertinggi sebesar 21,05 persen.

Adapun perekonomian nasional pada semester I-2025 terhadap semester I-2024 mengalami pertumbuhan 4,99 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,59 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,57 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengumumkan pemangkasan pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 pada kisaran 4,7 sampai 5,0 persen pada semester kedua,” kata dia dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Senin (1/7/2025).

Dalam laporan World Economic Outlook edisi April 2025, IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia. IMF memprediksi ekonomi Indonesia pada 2025 hanya tumbuh 4,7 persen dari ramalan sebelumnya, 5,1 persen.

Koreksi pertumbuhan oleh IMF dilakukan seiring peningkatan eskalasi perang dagang imbas pengumuman tarif resiprokal Amerika Serikat. Sri Mulyani mengatakan IMF mengoreksi ramalan pertumbuhan ekonomi Tanah Air menjadi 0,4 persen lebih rendah dari prediksi sebelumnya.

Meski demikian, Sri Mulyani menyatakan koreksi IMF terhadap perekonomian Indonesia lebih baik dibanding negara lain. Misal Thailand yang direvisi sebesar 1,1 persen lebih rendah dari perkiraan sebelumnya atau Vietnam dikoreksi 0,9 persen lebih rendah. Begitu pun Filipina yang jadi 0,6 persen lebih rendah dan Meksiko yang dikoreksi turun 1,7 persen.

Menurut Sri Mulyani, dalamnya penurunan revisi IMF terhadap beberapa negara disebabkan ketergantungan yang besar dari negara tersebut terhadap perdagangan luar negeri. “Exposure dari perdagangan internasional mereka lebih besar dan dampak atau hubungan dari perekonomian mereka terhadap AS juga lebih besar,” ucapnya. (ant)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *