Papuabaratnews.id, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat bekerja sama dengan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk melaksanakan program peningkatan kapasitas kepala distrik melalui pendidikan profesi kepamongprajaan.
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Jacob Fonataba, mengatakan ada 30 kepala distrik dari tujuh kabupaten se-Papua Barat yang diikutsertakan dalam program dimaksud.
Pelaksanaan program itu dilakukan sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 892.1/5471/SJ, serta amanat Pasal 224 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.
“Kepala distrik yang tidak berlatar belakang pengetahuan pemerintahan, wajib memiliki sertifikat profesi kepamongrajaan,” kata Fonataba di Manokwari, Senin (17/2/2025).
Menurut dia peningkatan kualitas sumber daya kepala distrik yang profesional, berdampak positif terhadap penyelenggaraan roda pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Kepala distrik harus mampu menyerap ilmu yang diperoleh selama mengikuti pendidikan profesi kepamongprajaan satu tahun untuk diimplementasikan di masing-masing wilayah.
“Kepala distrik harus mengikuti pendidikan dengan baik, dan taat semua ketentuan yang diberlakukan oleh IPDN Jatinangor,” pesan Jacob.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Papua Barat Herman Sayori menyebut kepala distrik yang dikirim ke IPDN berasal dari Kabupaten Manokwari 8 orang, dan Kabupaten Fakfak 6 orang.
Kemudian Kabupaten Teluk Bintuni 5 orang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Kaimana masing-masing 3 orang, serta Kabupaten Manokwari Selatan 2 orang.
“Kepala distrik yang lulusan IPDN, kami tidak berikan kesempatan untuk ikut diklat profesi kepamongan,” ujar Herman.
Dia berharap dengan adanya program kerja sama peningkatan kapasitas, seluruh kepala distrik dapat memperbaiki mutu pelayanan bagi masyarakat tingkat distrik dan kampung.
Konsep pendidikan profesi kepamongan dibagi dalam dua metode yaitu teori kurang lebih enam bulan, dan diikuti dengan praktik lapangan di masing-masing tempat tugas.
“Setelah praktik, mereka kembali lagi ke IPDN Jatinangor untuk mempresentasikan semua pelajarang yang sudah mereka lakukan,” jelas Herman. (fan/pbn)


***
***





