banner 468x60

Berita  

Pemprov Papua Barat Gandeng Telkomsel Bangun Empat BTS di Pegunungan Arfak

DUKUNG PEMBANGUNAN BTS: Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Papua Barat, Frans P. Istia (tengah), bersama tim dan masyarakat saat meninjau salah satu lokasi rencana pembangunan BTS di Kabupaten Pegunungan Arfak. Pemprov Papua Barat menggandeng Telkomsel membangun empat BTS di Distrik Hingk, Minyambouw, Taige, dan Mimbey untuk memperluas jangkauan layanan telekomunikasi. (Foto: Dok. Diskominfo Papua Barat)
banner 120x600

BTS dibangun di Hingk, Minyambouw, Taige, dan Mimbey untuk membuka akses telekomunikasi di wilayah blank spot.

Papuabaratnews.id, Manokwari — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggandeng Telkomsel untuk membangun empat base transceiver station (BTS) di Kabupaten Pegunungan Arfak. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi tersebut diharapkan memperluas jangkauan jaringan internet dan membuka akses komunikasi bagi masyarakat yang selama ini berada di kawasan blank spot.

banner 325x300

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo) Papua Barat, Frans P. Istia, mengatakan pemerintah daerah bersama tim teknis Telkomsel telah melakukan survei terhadap lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan BTS.

“Kami sudah kerja sama dengan Telkomsel. Pemerintah daerah siapkan tower dan power, nanti Telkomsel sediakan perangkat teknologi jaringan internetnya,” kata Istia di Manokwari, Senin (5/10/2026).

Empat BTS tersebut direncanakan dibangun di Distrik Hingk, Minyambouw, Taige, dan Mimbey. Penentuan lokasi dilakukan agar jaringan telekomunikasi nantinya dapat menjangkau sejumlah kampung yang hingga kini belum memperoleh layanan internet secara memadai.

Menurut Istia, kerja sama dengan operator seluler menjadi salah satu solusi yang ditempuh Pemprov Papua Barat untuk mempercepat penyediaan infrastruktur telekomunikasi di daerah yang sulit dijangkau.

Karakteristik geografis Pegunungan Arfak yang bergunung-gunung, jarak antarkampung yang cukup jauh, serta jumlah penduduk yang relatif sedikit membuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi membutuhkan investasi besar.

“Ada sejumlah daerah yang kondisi geografisnya sangat sulit, sehingga tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Solusinya, kerja sama dengan operator seluler,” ujarnya.

Masyarakat Dukung Pembangunan BTS

Rencana pembangunan empat BTS tersebut, kata Istia, mendapat respons positif dari masyarakat di empat distrik. Dukungan antara lain diberikan para kepala suku dengan menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan.

Masyarakat setempat juga terlibat dalam membersihkan lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

Istia mengatakan kehadiran jaringan telekomunikasi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berkomunikasi, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai layanan berbasis digital.

Ketersediaan jaringan internet akan mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan, administrasi pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di Pegunungan Arfak.

“Kondisi medan yang sulit, jumlah penduduk sedikit, jarak antarkampung yang jauh, sehingga Telkomsel tidak berani ambil investasi 100 persen. Solusinya adalah kerja sama dengan pemerintah daerah,” kata Istia.

Sebelumnya, Pemprov Papua Barat telah menggunakan perangkat Starlink untuk mengatasi keterbatasan jaringan telekomunikasi di sejumlah wilayah Pegunungan Arfak. Namun, jangkauan layanan perangkat tersebut masih terbatas sehingga pembangunan BTS dinilai menjadi solusi yang lebih efektif untuk memperluas cakupan jaringan.

“Ada beberapa wilayah di Pegunungan Arfak yang pakai jaringan Bakti dan Starlink, tapi jaringan internetnya terbatas sekali,” ujarnya.

Petakan Blank Spot di Teluk Wondama

Selain Pegunungan Arfak, Pemprov Papua Barat tengah memetakan kawasan blank spot di kabupaten lainnya.

Pemetaan antara lain dilakukan di Kampung Aisandami, Distrik Teluk Duairi, serta Kepulauan Auri di Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama.

Perluasan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh layanan informasi, tetapi juga mendukung pengembangan potensi pariwisata dan kegiatan ekonomi lokal.

Pemprov Papua Barat akan terus mendorong kolaborasi dengan operator telekomunikasi untuk memperluas jaringan hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan internet. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *