Berita  

Kodam Kasuari Tuntaskan 145 Jembatan dan 115 Titik Air Bersih

Sejumlah pelajar sekolah dasar di Kampung Uduwey, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, berlari kegirangan melewati jembatan aramco yang dibangun oleh jajaran Kodim 1801/Manokwari, Kamis (13/8/2026). (Foto: ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
banner 120x600

Supaya tidak ada masyarakat yang terisolasi maupun kesulitan memperoleh akses air bersih

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Kodam XVIII/Kasuari menuntaskan pembangunan 145 jembatan dan penyediaan air bersih melalui Program Manunggal Air Bersih di 115 titik yang tersebar di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

banner 325x300

Panglima Kodam XIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru  mengatakan keberadaan jembatan dan sumber air bersih merupakan upaya memperkuat akses terhadap kebutuhan dasar.

“Supaya tidak ada masyarakat yang terisolasi maupun kesulitan memperoleh akses air bersih,” kata Christian di Manokwari, Kamis (13/8/2026).

Menurut dia program tersebut masih terus berlanjut sehingga memerlukan dukungan kolaborasi dan sinergisitas lintas pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan proses identifikasi kebutuhan prioritas masyarakat.

Keberhasilan pembangunan infrastruktur jembatan maupun penyediaan sumber air bersih tidak terlepas dari peran serta pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di masing-masing wilayah sasaran.

“Kami berkomitmen menjangkau daerah yang masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) karena programnya masih berlanjut,” kata Panglima Kodam.

Jembatan Dibangun 30 Hari

Asisten Teritorial Kepala Staf Kodam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Muhammad Ridha menjelaskan, pembangunan jembatan per satu titik hanya diberikan waktu selama 30 hari dan berhasil diselesaikan sebelum jadwal peresmian.

Ada dua jenis jembatan yang dibangun di seluruh wilayah Papua Barat maupun Papua Barat Daya yaitu, 15 jembatan jenis aramco, dan jembatan beton sebanyak 130 titik guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

“Tidak ada jenis jembatan gantung yang dibangun di wilayah kerja Kodam Kasuari,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa ada tiga lokasi batal dilanjutkan ke tahap pembangunan meskipun sudah masuk dalam target sasaran. Hal ini dipengaruhi adanya permintaan ganti rugi oleh pemilik hak ulayat mencapai Rp300 juta.

“Tiga titik itu berada di wilayah Papua Barat Daya. Ini sangat kami sayangkan. Terpaksa kami coret dan batal dibangun, kasihan masyarakat,” kata Ridha. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *