Berita  

Gempa M 7,7 Guncang Seluruh Flores, Berpotensi Tsunami

Tangkapan layar pusat gempa bumi tektonik berkekuatan tujuh magnitudo yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto: BMKG)
banner 120x600

Belum ada laporan dari lapangan mengenai ada tidaknya tsunami serta korban yang timbul.

Papuabaratnews.id, Jakarta –- Gempa tektonik dengan kekuatan magnitudo 7,7 terjadi di Laut Flores berpotensi menimbulkan tsunami. Pusat gempa sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbai, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, itu terasa guncangan hingga di seluruh wilayah Pulau Flores dan sekitarnya.

banner 325x300

Titik koordinat gempa bumi tersebut terletak pada 8,33 derajat lintang selatan dan 121,32 derajat bujur timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) menjelang pukul 06.00 Wita itu diikuti beberapa gempa susulan. BMKG terus melaporkan gempa susulan. Belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab gempa.

BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami atas peristiwa gempa bumi tersebut. Di Sikka dan Labuan Bajo, NTT, gelombang tsunami masing-masing setinggi 0,19 meter dan 0,36 meter. Sementara itu di Dompu, NTB gelombang tsunami terdeteksi setinggi 0,17 meter.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan gempa serta potensi gempa susulan.

“Tadi saat lagi tidur tiba-tiba semua benda di kamar bergoyang, ternyata itu gempa bumi. Semoga tidak terjadi hal buruk di daerah pusat gempa,” ucap Adam, salah seorang warga Lombok lainnya dikutip Antara.

Tangkapan layar pusat gempa bumi tektonik berkekuatan tujuh magnitudo yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto: BMKG)

Beredar foto dan video yang menggambarkan tentang kepanikan warga yang mengamankan diri di luar bangunan. Ada juga video kerusakan bangunan yang timbul akibat gempa. Di antaranya rumah dan fasilitas publik.

”Goyangan besar sekali. Kami sampai mual. Sampai sekarang masih goyang terus,” kata Vicko Raga Mudja, warga Mauponggo, Negekeo. Daerah itu tak jauh dari pusat gempa dikutip Kompas.id.

Emilia Oma, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, mengatakan, gempa terasa cukup kuat. Serasa seperti dalam ayunan. Banyak orang berlari ketakutan. Labuan Bajo berada di ujung barat Flores.

Panus Kopong, warga di Pulau Adonara mengatakan, gempa pertama diikuti gempa susulan. Mereka tak menghitungnya. Adonara berada di sebelah timur Pulau Flores.

Hingga saat ini belum ada informasi ada tidaknya tsunami di wilayah pesisir utara Flores. Belum ada juga laporan mengenai ada tidaknya korban yang timbul. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *