banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Wapres Gibran Siap Perluas MBG di Asmat, Kerja Sama dengan Gereja

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) melihat proses pembuatan sagu di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026). (ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
banner 120x600

Perlu kita highlight di sini bahwa kami memperjuangkan program-program prioritas dari Bapak Presiden di area-area 3T. MBG, misalnya harus kita perjuangkan di sini, di Asmat

Papuabaratnews.id, Timika — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan terus memperjuangkan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), seperti Kabupaten Asmat, dengan terdapat potensi bekerja sama dengan gereja-gereja setempat.

banner 325x300

“Perlu kita highlight di sini bahwa kami memperjuangkan program-program prioritas dari Bapak Presiden di area-area 3T. MBG, misalnya harus kita perjuangkan di sini, di Asmat,” kata Wapres Gibran memberikan keterangan kepada wartawan usai peninjauan Sekolah Lapang Sagu, Kabupaten Asmat, Minggu (21/6/2026).

Mengenai implementasi MBG di wilayah tersebut, Wapres mengatakan terdapat potensi pelaksanaan MBG bekerja sama dengan gereja-gereja setempat serta kantin sekolah.

Dengan pelibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan MBG tersebut diharapkan implementasi dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu dapat memiliki jangkauan lebih luas.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga mengajak lima mahasiswa dari beragam universitas baik negeri maupun swasta untuk melihat langsung kondisi yang terjadi di tingkat akar rumput terutama di wilayah 3T.

“Jadi, program-program Bapak Presiden akan kita perjuangkan di area 3T dan nanti sepulang dari Asmat akan kita follow up lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Bupati Asmat Thomas E. Safanpo menyatakan pihaknya melihat terdapat kebutuhan pelaksanaan MBG, terutama di wilayah 3T, seperti daerah Asmat.

“Saya bupati di daerah 3T, tertinggal, terluar dan terdepan, kami merasakan bahwa MBG ini memang besar manfaatnya untuk masyarakat kami di sini, terutama untuk anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui,” tuturnya.

Thomas menjelaskan bahwa sebelum MBG mulai dibagikan di sejumlah sekolah di Kabupaten Asmat, tingkat ketidakhadiran siswa di sekolah cukup tinggi.

Namun, setelah ada MBG, angka kehadiran meningkat karena mengetahui mereka akan menikmati makan siang di sekolah.

Sementara pemberian MBG bagi ibu hamil dan menyusui di wilayahnya akan membantu menekan angka stunting di Kabupaten Asmat. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *