Kondisi cuaca masih berpotensi memicu banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya sebagaimana mengacu pada prakiraan BMKG.
Papuabaratnews.id, Jakarta –- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat Manokwari tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem meski banjir yang melanda wilayah itu sudah berangsur surut.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyusul banjir yang melanda Kabupaten Manokwari di Papua Barat dan Kabupaten Lombok Tengah di Nusa Tenggara Barat.
“Kondisi cuaca masih berpotensi memicu banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya sebagaimana mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/4/2026), seperti dikutip Antara.
Ia menyebutkan, sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada awal April, sementara wilayah lainnya masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi, termasuk wilayah Papua Barat dan Nusa Tenggara Barat.
Untuk itu, Abdul mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk melakukan pengecekan rutin tanggul sungai serta membersihkan saluran air guna mencegah banjir saat hujan deras.
Sejalan dengan itu, Bupati Manokwari, Hermus Indou, menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bergerak cepat dalam penanganan pascabanjir. Langkah yang ditekankan meliputi pembersihan lingkungan terdampak, pendataan kerugian warga, serta percepatan distribusi bantuan bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga diminta memastikan normalisasi saluran drainase dan sungai, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi guna mencegah dampak banjir susulan. Selain itu, aparat distrik hingga kelurahan diminta aktif mengedukasi masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan banjir di Manokwari terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Distrik Manokwari Barat, Manokwari Selatan, dan Masni pada Selasa (7/4) malam waktu setempat.
Sebanyak 30 unit rumah terdampak dan menyebabkan 30 kepala keluarga dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sebelum akhirnya kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi berangsur normal pada Rabu (8/4).
Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang merendam 34 unit rumah di Desa Sukarare dan Puyung, Kecamatan Jonggat, serta berdampak pada 136 warga.
BNPB menyebutkan kondisi banjir di Lombok Tengah juga telah surut pada Rabu (8/4), setelah sebelumnya BPBD setempat melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan tata kelola penanggulangan bencana yang terintegrasi, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan, guna meminimalkan risiko di masa mendatang. (pbn)


***
***





