Perayaan Vigili Paskah di Gereja Santo Agustinus berlangsung khidmat, ditandai prosesi cahaya lilin sebagai simbol kebangkitan Kristus, dengan pesan “Jangan takut” yang ditekankan dalam homili kepada umat.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Ribuan umat Katolik memadati Gereja Santo Agustinus atau Gereja Ko-Katedral Manokwari untuk mengikuti Misa Malam Paskah, Sabtu malam (4/4/2026). Dalam suasana awal yang gelap, cahaya lilin yang dibawa umat menjadi simbol harapan dan iman akan kebangkitan Yesus Kristus.
Misa Malam Paskah yang merupakan bagian dari rangkaian Tri Hari Suci berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Pastor Goklian Paraduan Haposan Lumban Gaol, OFM. Umat diajak merenungkan makna peralihan dari kegelapan dosa menuju terang kebangkitan, yang ditandai dengan penyalaan lilin Paskah di tengah gereja yang semula gelap.
Dalam homilinya, Pastor Goklian menekankan pesan tentang keberanian dan iman melalui seruan “Jangan takut”. Ia membuka homilinya dengan sapaan dalam berbagai bahasa daerah, seperti Maybrat, Moi, Wamena, Paniai, Toraja, Batak, Manado, Kei, hingga Mandarin, sebagai penegasan bahwa pesan Tuhan bersifat universal.

“Jangan takut. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti pernah merasa takut: takut mati, takut gelap, takut tidak dihargai, hingga takut gagal,” ujar Pastor Goklian di hadapan umat yang memenuhi gereja hingga tenda-tenda yang didirikan di halaman.
Ia menjelaskan, suasana gelap pada awal ibadah, saat pembacaan Kitab Suci Perjanjian Lama, melambangkan kondisi manusia yang masih terbelenggu dosa dan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Sementara itu, saat lampu gereja dinyalakan bersamaan dengan madah Kemuliaan, hal tersebut menjadi tanda hadirnya harapan keselamatan.
“Ketakutan sering membuat kita tidak berdaya. Kita takut salah sehingga tidak berani melangkah. Peristiwa malam ini, dari gelap menuju terang, menunjukkan bahwa Yesus telah mengalahkan segalanya, termasuk kematian,” tegasnya.

Pastor Goklian juga mengajak umat untuk melepaskan keegoisan serta tidak hanya mengandalkan kekuatan pikiran, kekuasaan, atau harta. Ia menegaskan bahwa Paskah merupakan momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan agar ketakutan dalam hidup dapat diatasi.
“Allah yang kita imani adalah Allah yang Mahakuasa, yang telah mengalahkan kematian melalui kebangkitan. Ia hadir di tengah kita dan berkata: ‘Jangan takut, Tuhan selalu bersamamu dan keluargamu’,” tutupnya.
Pantauan media ini, pelaksanaan Misa Malam Paskah di Gereja Santo Agustinus berjalan aman dan tertib. Pengamanan juga terlihat di sekitar gereja guna memastikan kenyamanan umat selama rangkaian upacara cahaya hingga liturgi baptis berlangsung. (pbn)


***
***





