banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Satgas Damai Cartens Tangkap Pemasok Logistik dan Amunisi untuk KKB Aibon Kogoya

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo. Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap lima simpatisan sekaligus pemasok logistik dan amunisi untuk KKB pimpinan Aibon Kogoya ditangkap aparat di Nabire, Papua Tengah. (Dok. Satgas Damai Cartenz)
banner 120x600

Lima simpatisan sekaligus pemasok logistik dan amunisi untuk KKB pimpinan Aibon Kogoya ditangkap aparat di Nabire, Papua Tengah.

Papuabaratnews.id, Jayapura –- Lima simpatisan sekaligus pemasok logistik dan amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ditangkap oleh Satgas Operasi Damai Cartenz di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

banner 325x300

Kelima orang tersebut memasok logistik dan amunisi untuk KKB pimpinan Aibon Kogoya yang beroperasi di wilayah Nabire dan sekitarnya.

Penangkapan para pelaku dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan intelijen serta pengembangan kasus oleh personel Operasi Damai Cartenz.

“Dari hasil penyelidikan terhadap keduanya, PW alias PM diketahui telah dua kali bertemu dengan kelompok Aibon Kogoya untuk menyerahkan bahan makanan di dua lokasi yang berbeda,” tutur Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, Jumat (13/3/2026), seperti dikutip Tribunnews.com.

Sehari setelah penangkapan PW dan PNW, aparat menangkap YW (28) dan LW (29) yang hendak mengantar makanan untuk KKB pimpinan Aibon Kogoya.

Dari penangkapan tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti seperti beberapa unit telepon genggam, kartu identitas, kartu ATM, kartu BPJS Kesehatan, kartu Jamkesmas, serta berbagai perlengkapan pribadi seperti noken, senter kepala, powerbank, dan baterai.

Tak hanya itu, aparat juga menangkap D alias LA yang diduga menjadi pemasok amunisi untuk KKB pimpinan Aibon Kogoya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, D mengaku pernah menjual sekitar 100 butir amunisi kepada seseorang berinisial SP dengan harga sekitar Rp250.000 per butir.

“Transaksi tersebut disebut dilakukan melalui perantara seorang pria berinisial H, yang diduga berperan sebagai pihak yang menyediakan amunisi,” ucap Yusuf.

Dipantau Sejak Lama

Yusuf mengungkapkan kelima orang tersebut telah dipantau aparat sejak lama melalui proses penyelidikan mendalam.

Dia juga menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan aparat telah melalui prosedur hukum yang jelas.

“Informasi ini kami sampaikan untuk meluruskan berbagai berita hoaks yang beredar, seolah-olah aparat mengamankan lima orang di Nabire tanpa dasar administrasi dan surat perintah yang jelas,” kata Yusuf.

Saat ini, kelima orang tersebut masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Nabire.

Pihak kepolisian menegaskan pihaknya akan memproses penanganan perkara tersebut dengan ketentuan hukum yang berlaku dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, serta kepastian hukum.

Aparat Rebut Markas KKB di Nabire

Diberitakan sebelumnya, aparat TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali dan Satgas Operasi Damai Cartenz merebut markas KKB pimpinan Aibon Kogoya pada Minggu (1/3/2026) malam.

Kedua belah pihak sempat terlibat kontak tembak hingga KKB melarikan diri dan aparat menguasai markas tersebut.

Dalam upaya penindakan itu, aparat gabungan mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101.

Tak hanya itu, ada juga 12 unit telepon genggam, lima unit alat komunikasi Handy Talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000.

Dua dari total telepon genggam yang ditemukan diduga milik korban aksi kekerasan KKB, satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan tahun lalu.

Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa waktu lalu.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menegaskan aparat akan erus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap KKB.

Sementara Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum resmi. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *