Aparat gabungan TNI-Polri lakukan penyisiran, situasi keamanan dilaporkan tetap kondusif.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Polisi mengamankan 12 saksi terkait penyerangan terhadap 4 tenaga kesehatan (nakes) yang berujung dua korban di antaranya tewas di Tambrauw, Papua Barat Daya. Polisi juga menyita 7 senapan angin hingga tombak dan anak panah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare mengatakan, aparat gabungan telah mengamankan beberapa orang saksi atas dugaan keterlibatan kasus pengadangan, pengeroyokan, atau pembunuhan nakes di Tambrauw.
Ia menerangkan, 12 saksi tersebut diamankan pada Rabu (18/3) sekitar pukul 03.00 WIT. Mereka diamankan tim gabungan TNI dan Polri berdasarkan hasil penyisiran di sejumlah lokasi. “Saat penyisiran menemukan serta mengamankan orang-orang yang diduga sebagai saksi,” ujarnya.
Para saksi yang diamankan antara lain berinisial TY (28), LY (57), SY (19), AY(44), MY (29), BY, AY, TY, WY (49), dan PY (49), YJ, dan DD. Dua di antaranya merupakan kepala kampung yakni AY selaku kepala Kampung Banfoot dan MY kepala kampung Bamusbama.
Polisi turut menyita barang bukti berupa 7 senapa angin, 7 parang, 4 noken, 3 tombak, 1 tikar, 11 anak panah, 1 kembang api, 1 senter, dua benda diduga jimat, 1 gembok kecil, 9 bungkus anggur kupu, 1 topi warna hijau.
Selain itu ada sebuah tas warna hitam, 5 handphone, sepasang sepatu, sebuah panah, dua sisir kayu, tiga cas HP, satu pak peluru senjata angin. Selanjutnya ada 3 buah korek api, 1 kalung berwarna emas, 4 kunci rumah dan satu ruas bambu. “Motif dan peran masih dalam pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian,” beber Jenny.
Diberitakan sebelumnya, empat orang nakes diserang orang tidak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Tambrauw pada Senin (16/3) sekitar pukul 11.37 WIT. Keempat korban yang mengendarai motor dan saling berboncengan tiba-tiba diadang oleh para pelaku.
“Telah terjadi penghadangan atau dugaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap empat orang pengendara sepeda motor oleh beberapa OTK,” kata Jenny Hengkelare saat dihubungi, Selasa (17/3).
Penyerangan itu mengakibatkan dua korban tewas berinisial YL dan YEB. Aparat gabungan TNI-Polri telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi kedua korban tewas. “Itu mengakibatkan dua korban (tewas) di antara empat orang tersebut, korban yang dua orang sempat melarikan diri untuk mencari perlindungan atau pertolongan atau bantuan, yaitu ke pos satgas TNI,” bebernya.
Jenny mengatakan aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Dia pun enggan menyebut pelaku penyerangan adalah anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB). “Jadi saat ini masih dilakukan pendalaman-pendalaman terkait dengan kasus tersebut. Bahwa kita tidak bisa langsung men-judge bahwa itu adalah KKB,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi keamanan di wilayah Tambrauw dilaporkan tetap kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan normal, meskipun aparat gabungan masih disiagakan di sepanjang jalur Sorong–Tambrauw sebagai langkah antisipasi.
Pihak kepolisian memastikan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. (pbn)


***
***





