Keterbatasan hotel di Manokwari mendorong panitia membuka opsi kapal sebagai penginapan bagi ribuan peserta dari 37 provinsi.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Panitia Pelaksana Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV membuka peluang penggunaan kapal milik PT Pelni sebagai hunian terapung untuk mengatasi keterbatasan akomodasi selama pelaksanaan kegiatan nasional tersebut di Manokwari, Papua Barat.
Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere, mengatakan opsi hunian terapung menjadi salah satu solusi realistis mengingat keterbatasan jumlah hotel dan penginapan di Manokwari, sementara jumlah peserta terus bertambah.
“Kami belajar dari perayaan satu abad Situs Aitumeri di Teluk Wondama. Saat itu digunakan hotel apung, dan opsi serupa sangat mungkin diterapkan. Karena itu, kami akan menyurati Pelni terkait kemungkinan penggunaan kapal sebagai hunian terapung,” ujar Ali Baham di Manokwari, Senin (19/1/2026), seperti dilansir Antara.
Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah terdaftar mengikuti Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung pada 18–28 Juni 2026 mencapai sekitar 8.110 orang dari 37 provinsi dan masih berpotensi bertambah.
Seiring itu, panitia melakukan inventarisasi terhadap ketersediaan hotel dan penginapan, sekaligus menyiapkan fasilitas yang akan digunakan sebagai lokasi perlombaan dan kegiatan pendukung. Sejumlah gedung yang disiapkan antara lain Gedung RTP Borarsi, Gedung Dharma Wanita, Gedung PKK, serta aula Universitas Papua.
“Untuk tamu VVIP, kami akan menggunakan dua hotel berbintang yang ada di Manokwari. Selain itu, rumah-rumah yang layak juga akan dimanfaatkan sebagai penginapan peserta,” jelas Ali Baham yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat.
Di sisi transportasi, panitia membangun komunikasi dengan maskapai penerbangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang dan setelah pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilisasi peserta, ofisial, dan tamu undangan.
“Nantinya kami juga berkoordinasi dengan TNI agar dapat memanfaatkan pesawat Hercules dalam proses mobilisasi kontingen,” ujarnya.
Ali Baham menambahkan, panitia telah dua kali melakukan pertemuan dengan Direktur Bimbingan Masyarakat (Binmas) Kristen Kementerian Agama untuk melaporkan perkembangan persiapan Pesparawi Nasional 2026.
Selain itu, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Barat ditugaskan sebagai Liaison Officer (LO) untuk menangani dan memastikan ketersediaan akomodasi bagi kontingen dari setiap provinsi.
“Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan TNI dan Polri terkait pola pengamanan tamu VVIP serta pengamanan selama kegiatan berlangsung,” kata Ali Baham. (pbn)


***
***





