Pemanfaatan tempat ibadah dan simpul massa dilakukan untuk mendongkrak capaian cek kesehatan gratis yang masih rendah di Papua Barat.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat terus menggencarkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan memanfaatkan ruang publik, simpul massa, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yang hingga kini masih tergolong rendah.
Kepala Dinkes Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengatakan dari lebih 500 ribu jumlah penduduk Papua Barat, baru sekitar 40 ribu orang yang memanfaatkan layanan CKG. Sementara di Kabupaten Manokwari, dari sekitar 200 ribu penduduk, baru sekitar 10 ribu warga yang mengikuti program tersebut.
“Capaian ini masih jauh dari harapan. Karena itu, kami perlu strategi sosialisasi yang lebih masif dan langsung menyentuh masyarakat,” ujar Alwan di Manokwari, Sabtu (17/1/2026), seperti dilansir Antara.
Sebagai upaya meningkatkan jangkauan layanan, Dinkes Papua Barat merangkaikan pelaksanaan CKG dengan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di ruang publik. Salah satunya, layanan CKG dan donor darah yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Isra Miraj di Masjid Ridwanul Bahri, Manokwari.
Menurut Alwan, program CKG bukan sekadar layanan kesehatan rutin, melainkan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintah serta partisipasi aktif masyarakat.
“Oleh karena itu, kami terus berkolaborasi dengan tempat ibadah dan berbagai simpul massa lainnya agar CKG dapat menjangkau lebih banyak warga,” katanya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan ruang publik juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memeriksakan kesehatan tidak hanya ketika sakit, tetapi juga saat masih dalam kondisi sehat.
Program CKG awalnya dirancang untuk dimanfaatkan masyarakat pada momen hari ulang tahun. Namun sejak Agustus 2025, cakupan layanan diperluas untuk menjangkau anak sekolah, kelompok usia rentan, balita, serta lanjut usia.
Alwan menambahkan, peningkatan cakupan CKG membutuhkan peran aktif dinas kesehatan di tingkat kabupaten/kota, serta dukungan dan sinergi lintas sektor.
“Dinas kesehatan tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar sosialisasi dan pelaksanaan CKG berjalan optimal,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pendekatan tersebut, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dini terus meningkat dan berdampak pada perbaikan derajat kesehatan masyarakat Papua Barat secara keseluruhan. (ant)


***
***





