Tidak ada kendala dalam proses penyaluran, hanya saja data penerima manfaat yang perlu diperbaharui secara rutin.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut kelompok 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui dan balita, yang menjadi sasaran penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, sebanyak 2.674 jiwa.
Koordinator BGN Regional Papua Barat Erika Vionita Werinussa mengatakan distribusi MBG bagi kelompok 3B merupakan bagian dari upaya mencegah stunting.
“MBG bermanfaat memperbaiki asupan gizi pada fase krusial pertumbuhan,” ujarnya di Manokwari, Selasa (12/1/2026), seperti dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan perluasan cakupan penerima manfaat MBG kepada kelompok 3B diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Program MBG.
Data kelompok 3B diperoleh dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang kemudian disesuaikan dengan lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Penyaluran MBG untuk kelompok 3B di Manokwari dan Papua Barat umumnya sudah dilaksanakan sejak Juli 2025,” ujar Erika.
Menurut dia, pembaharuan data kelompok 3B di setiap wilayah menjadi hal terpenting dan harus dilakukan secara berkala sehingga pendistribusian MBG tepat sasaran sesuai ekspektasi.
Ia mengatakan akurasi data kelompok 3B yang menjadi penerima manfaat Program MBG membutuhkan sinergisitas dan kolaborasi yang kuat antara BGN, BKKBN, serta kader posyandu di masing-masing wilayah.
“Tidak ada kendala dalam proses penyaluran, hanya saja data penerima manfaat yang perlu diperbaharui secara rutin,” ujarnya.
Kepala SPPG Kodim Manokwari Widayanti menjelaskan jadwal penyaluran MBG bagi kelompok 3B dilakukan sebanyak dua kali dalam sepekan yaitu Senin dan Kamis.
SPPG Kodim Manokwari melayani empat posyandu di wilayah Distrik Manokwari Timur dengan jumlah penerima manfaat kelompok 3B kurang lebih ada 265 jiwa
“Total penerima manfaat di wilayah kami sebanyak 2.923 orang terdiri atas 2.658 peserta didik dan 265 kelompok 3B. Senin dan Kamis itu makanan basah, kalau Selasa kami distribusi makanan kering untuk empat hari,” ucap Widayanti. (ant)


***
***





