banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Kilas Balik Penetapan Noken Papua Sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO

Pengrajin tas Noken di Pasar Sangseng, Manokwari, Papua Barat. Manokwari, 22 Maret 2022. (Dreamstime.com/Yotam Tammu)
banner 120x600

Noken Papua ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO sejak 2012.

 

banner 325x300

Papuabaratnews.id, Manokwari — Setiap 4 Desember diperingati sebagai Hari Noken. Noken Papua ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sejak 2012, di Paris, Prancis.

Hari ini tepat 13 tahun lalu penetapan bersejarah itu. Bagaimana kilas baliknya?

Menurut Warisan Budaya Kemdikbud RI, Noken merupakan kerajinan tangan berasal dari masyarakat Papua yang diwariskan sebagai unsur budaya takbenda. Noken Papua digunakan untuk mengisi, menyimpan, dan membawa berbagai barang.

Seperti dilansir laman resmi UNESCO, Noken Papua tercatat dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak atau List of Intangible Cultural Heritage in Need of Urgent Safeguarding, sejak 2012.

Noken Papua ditetapkan sebagai warisan budaya UNESCO berdasarkan Keputusan Komite (7.COM 8.3). Menurut UNESCO, Noken merupakan jaring atau tas anyaman yang diikat dan dibuat dengan tangan dari serat kayu atau dedaunan oleh masyarakat di Papua, Indonesia.

Penggagas noken sebagai warisan budaya UNESCO, Titus Pekey bersama peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto. (Dok. Pribadi)

Dikutip dari westpapuanow.com, dinobatkannya Noken sebagai warisan budaya tak benda Papua sebagian besar berkat upaya Titus Chris Perkey, Kepala Badan Ekologi Papua. Saat itu ia berupaya agar Noken masuk dalam nominasi warisan budaya Papua di UNESCO.

Atas berbagai nilai yang terkandung dalam noken Papua, hasil kerajinan masyarakat ini kemudian diserahkan sebagai warisan budaya kepada Badan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO.

Pengajuan itu disetujui. Pada 4 Desember 2012, Titus Chris Pekey mendampingi Prof. Wiendu Nuryati, Wakil Menteri Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2011-2014) selama berada di Paris.

Pada 4 Desember 2012, noken ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO di Paris, Perancis, bersama dengan sejumlah warisan budaya lainnya dari Kyrgyzstan, Uganda dan Bostwana. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *