banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

BMKG: Sejumlah Wilayah Papua Barat Berstatus Waspada hingga Siaga Hujan Lebat Awal Desember

Ilustrasi cuaca ekstrem di Indonesia. (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Gelombang tinggi hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Manokwari, Fakfak, dan Kaimana.

Papuabaratnews.id, Manokwari — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk wilayah Papua Barat pada periode 1–10 Desember 2025.

banner 325x300

Sejumlah daerah ditetapkan dalam kategori Waspada hingga Siaga, sementara beberapa perairan memiliki potensi gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran.

BMKG menyebut kondisi atmosfer di wilayah Indonesia saat ini dipengaruhi oleh La Niña lemah yang masih berlangsung hingga akhir 2025. Selain itu, indeks IOD negatif yang terus aktif hingga akhir November berdampak pada meningkatnya aktivitas pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Papua Barat. Fenomena ini diperkuat oleh Monsoon Asia yang sudah aktif dan akan berlanjut hingga akhir Desember.

Curah Hujan Tinggi di Banyak Wilayah

Berdasarkan data BMKG Wilayah V, potensi hujan sedang hingga lebat diproyeksikan terjadi hampir merata di Papua Barat, terutama pada 1–4 Desember dan 8–10 Desember. Wilayah yang berpotensi terdampak mencakup Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana, serta Teluk Wondama.

Di Kabupaten Kaimana, beberapa distrik seperti Buruway, Kambrauw, Teluk Arguni Atas, Teluk Arguni Bawah, hingga Teluk Etna masuk kategori Siaga, dengan potensi curah hujan mencapai 200–300 mm per dasarian. Sementara itu, di Fakfak, distrik Arguni, Bomberay, Fakfak Timur, Kokas, Kramongmongga, serta Teluk Patipi juga diperkirakan mengalami hujan lebat.

Untuk wilayah Manokwari, curah hujan tinggi berpotensi terjadi di distrik Manokwari Barat, Manokwari Timur, Masni, Prafi, Sidey, dan Warmare. Adapun di Manokwari Selatan, wilayah Oransbari, Ransiki, hingga Momiwaren berpeluang terdampak hujan deras. Wilayah pegunungan seperti Anggi, Didohu, Catubouw, dan Taige di Kabupaten Pegunungan Arfak juga termasuk dalam zona peringatan hujan tinggi.

Ancaman Gelombang Tinggi

Selain curah hujan, masyarakat pesisir diminta mewaspadai potensi gelombang tinggi 1,25–2,5 meter. Gelombang berbahaya tersebut diperkirakan terjadi di Samudera Pasifik Utara Papua Barat, Perairan Utara dan Timur Manokwari, Perairan Fakfak, serta Perairan Selatan Kaimana. BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas nelayan, transportasi laut, dan perjalanan antarpulau.

Mitigasi dan Pemantauan

BMKG merekomendasikan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi laut dan darat selama periode waspada cuaca ekstrem ini. BMKG juga menegaskan bahwa prakiraan cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi atmosfer terbaru.

Masyarakat diminta terus memantau pembaruan informasi melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi bmkg.go.id, atau kantor UPT BMKG terdekat.  (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *