banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

Bantu Kebutuhan Darah, Kanwil Imipas Papua Barat Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Para pegawai Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Provinsi Papua Barat mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Bakti Imipas ke-1 tahun 2025 di Manokwari, Jumat (14/11/2025). (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Provinsi Papua Barat menggelar bakti bakti sosial donor darah untuk membantu pasien yang membutuhkan darah.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Papua Barat Hensah, mengatakan donasi darah merupakan aksi kemanusiaan untuk memberikan harapan hidup bagi orang lain yang membutuhkan darah.

banner 325x300

“Donor darah ini sangat membantu pasien yang menjalani operasi, kecelakaan, atau kebutuhan medis lainnya,” ucap dia di Manokwari, Jumat (14/11/2025), seperti dilansir Antara.

Untuk wilayah Manokwari, kata dia, jumlah peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan donor darah berasal dari satuan kerja Imipas dengan jumlah kurang lebih 150 pegawai.

Seluruh darah yang terkumpul dari kegiatan tersebut langsung diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Papua Barat sebagai stok darah untuk memenuhi permintaan rumah sakit.

“Donor darah menjadi agenda yang kami prioritaskan, terutama menjelang peringatan Hari Bakti Imipas atau lainnya,” ujarnya.

Selain donor darah, kata dia, ada dua kegiatan sosial lainnya yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imipas ke-1, yakni pemeriksaan kesehatan dan penyaluran paket sembako.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan menyasar kalangan internal Imipas guna memastikan kondisi seluruh pegawai tetap prima dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau sembako, kami bagikan ke masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Imipas,” kata Hensah.

Staf PMI Papua Barat Anton Robby Cahyadi menyebutkan pihaknya terlebih dahulu melakukan proses pemeriksaan laboratorium terhadap darah yang didonorkan sebelum darah didistribusikan untuk kebutuhan transfusi.

Proses tersebut mencakup beberapa tahapan, antara lain deteksi penyakit HIV/AIDS, hepatitis B dan C, penyakit sifilis (treponema pallidum), malaria, sekaligus memastikan jenis golongan serta kualitas darah. (ant)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *