banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Setelah Sri Mulyani Pergi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan dan jajarannya memberikan keterangan pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, 8 September 2025. (Tempo/Anastasya Lavenia)
banner 120x600

Pergantian Menteri Keuangan dan reshuffle kabinet mengguncang pasar keuangan. Bagaimana pengelolaan fiskal oleh menteri baru?

Papuabaratnews.id, Jakarta –  Kejutan terjadi di Istana Negara, Jakarta, pada Senin sore (8/9/2025). Ketika itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan reshuffle kabinet. Ini adalah kedua kalinya Presiden Prabowo Subianto mengganti menteri di Kabinet Merah Putih.

banner 325x300

Sebelumnya, pada 19 Februari 2025, Prabowo mencopot Satryo Soemantri Brodjonegoro dari kursi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, digantikan oleh Brian Yuliarto, koleganya di Institut Teknologi Bandung.

Ada beberapa menteri yang diganti. Mereka adalah Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Nama terakhir menjadi perhatian selain karena popularitas dan kontroversinya, juga karena menjadi korban penjarahan ketika gelombang kerusuhan melanda Ibu Kota pada akhir Agustus 2025.

Nasib Sri Mulyani kini menjadi pertanyaan. Di kalangan jurnalis beredar rumor yang menyebutkan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini akan terbang ke Negeri Abang Sam. Ada pula kabar yang menyatakan Sri tetap berada di Jakarta.

Tak ada konfirmasi atas dua informasi tersebut. Istana pun tak memberikan keterangan yang jelas, termasuk apakah Sri dicopot atau mengundurkan diri. Prasetyo Hadi meminta publik tidak mempertanyakan apakah Sri mundur atau tidak. “Bismillah, apa yang menjadi keputusan Presiden kita doakan bersama-sama,” begitu katanya.

Yang jelas, reaksi pasar begitu mengejutkan. Sesaat setelah pengumuman reshuffle kabinet, Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia terperosok cukup dalam. Para analis menyebutkan investor resah karena sosok seperti Sri Mulyani tak lagi duduk di kabinet Prabowo.

Penggantinya, Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan, tak cukup membuat investor happy sehingga indeks saham tak tertolong. Sosok Purbaya pun tak masuk radar karena pasar kadung menduga pengganti Sri ialah wakilnya, Thomas Djiwandono, yang tak lain adalah keponakan Presiden Prabowo.

Inilah gejolak susulan setelah gelombang unjuk rasa cenderung menurun di awal pekan kedua September 2025. Reshuffle yang tak disangka-sangka memicu pertanyaan, apa yang terjadi pada Kabinet Merah Putih. Lebih khusus lagi, apa rencana Purbaya selaku Menteri Keuangan yang baru. Apakah akan meneruskan rencana belanja program ambisius Presiden atau mengupayakan penarikan pajak lebih dulu.

Toh dalam keterangan perdananya di Istana, Purbaya cenderung jemawa. Dia mendaku diri siap mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang dikehendaki Presiden. Mantan ekonom Danareksa Institute ini bahkan membuat pernyataan kontroversial soal demonstrasi beberapa hari lalu.

“Itu kan suara sebagian kecil rakyat kita, kenapa mungkin sebagian merasa keganggu hidupnya…. Once saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6-7 persen, itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibanding mendemo.”

Kini pelaku pasar menunggu, langkah apa yang dilakukan Purbaya. Yang juga bakal dicermati adalah sikapnya atas pengelolaan fiskal negara, apakah akan berhati-hati atau justru menjadi eksekutor rencana belanja Presiden yang cenderung boros di tengah cekaknya penerimaan negara.

Di lain pihak, isu mundur atau dicopotnya Sri Mulyani masih bakal berpengaruh pada pasar. Apalagi sebelum benar-benar lengser dari kursi Menteri Keuangan, Sri sudah pernah mengajukan pengunduran diri karena merasa “dilangkahi” dalam urusan pengelolaan fiskal. (tem)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *