banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

Festival Anak Manokwari: Ruang Ekspresi, Literasi, dan Harapan Menuju Generasi Emas

Anak-anak peserta Festival Anak Manokwari dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional 2025 di Aula RRI Manokwari. Papua Barat, Rabu (23/7/2025). (PBNEWS/Istimewa)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, sejumlah komunitas literasi dan taman baca masyarakat (TBM) di Manokwari menyelenggarakan Festival Anak Manokwari yang berlangsung meriah di Aula RRI Manokwari, Rabu (23/7/2025).

Kegiatan ini digagas oleh Ruang Berbagi Manokwari, Rumah Baca Manokwari, Rumah Noken, Rumah Sagu Sebyar, Pojok Baca Scheepvaart, dan Pojok Baca Sastra Papua Senja, dengan dukungan dari RRI Manokwari, Papua Barat News, Forum TBM Pusat, Relawan Literasi Masyarakat (Relima), dan IWAPI Kabupaten Manokwari.

banner 325x300

Lebih dari 150 anak dari berbagai latar belakang hadir dan mengikuti kegiatan yang sarat makna ini. Festival ini menjadi wadah inklusif bagi anak-anak untuk bermain, belajar, mengekspresikan kreativitas, dan membangun harapan akan masa depan yang gemilang—sebagai bagian dari visi menuju Generasi Emas 2045.

“Anak-anak ini adalah generasi penerus yang kelak akan memimpin bangsa. Mungkin dalam 10 atau 20 tahun ke depan, merekalah yang duduk di posisi strategis,” ujar Marthina Rumaseb, Pendiri Pojok Baca Scheepvaart.

Ia menekankan pentingnya lingkungan terdekat anak—baik orang tua, guru, maupun pendamping—dalam menciptakan ruang yang aman, mendukung, dan menginspirasi.

“Tugas kita para orang tua dan pendidik adalah mendampingi, memberikan harapan, dan berusaha agar mereka tetap tumbuh dengan ceria. Sehingga mereka memiliki optimisme dan harapan untuk masa depan yang gemilang,” tambahnya.

Festival Anak Manokwari dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional 2025 di Aula RRI Manokwari. Papua Barat, Rabu (23/7/2025). (PBNEWS/Istimewa)

Marthina Rumaseb menyampaikan bahwa festival ini dirancang untuk memperkuat ekosistem peduli anak dalam mendukung generasi Indonesia Emas.

“Semoga festival ini membawa manfaat yang besar, khususnya bagi anak-anak Manokwari,” katanya.

Ia merinci empat tujuan utama kegiatan ini, yakni: 1) Meningkatkan kesadaran seluruh pihak akan pentingnha pemenuhan hak-hak anak. 2) Menyediakan wadah bagi anak-anak mengekspresikan diri, bakat dan kreativitas mereka. 3) Menciptakan suasana gembira dan menyenangkan bagi anak-anak. 4) Mempererat hubungan anak-anak, orangtua dan masyarakat.

Festival ini menyuguhkan pertunjukan seni dari anak-anak, mulai dari tarian, musik, puisi, mendongeng, hingga berbagai atraksi bakat. Anak-anak tampil penuh percaya diri di hadapan keluarga dan pengunjung.

“Kami ingin anak-anak mengenal seni dan sastra dari kegembiraan, bukan sekadar hafalan. Lewat pertunjukan seni, sastra menjadi hidup–bisa dilihat, didengar, dan dirasakan. Inilah cara kami menanam benih pada kata dan cerita sejak dini,” tutur Merry Christine Rumainum, Pendiri Pojok Baca Sastra Papua Senja.

Penampilan mereka begitu penuh semangat, dan yang paling penting, wajah mereka menunjukkan rasa bangga dan percaya diri. Bagi banyak anak, ini menjadi pengalaman pertama tampil di atas panggung. Mereka belajar mengatasi rasa gugup, berani menunjukkan kemampuan, dan menikmati dukungan dari orang-orang di sekitar.

Salah satu bagian menarik lainnya adalah Galeri 1000 Buku, sebuah pameran literasi yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku dan dunia membaca sejak dini.

“Kami ingin anak-anak Manokwari menyadari bahwa buku adalah jendela dunia. Pameran ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini dan memperkenalkan anak pada literasi sebagai sarana tumbuh dan bermimpi,” ujar Yudith Yewun, Pendiri Rumah Baca Manokwari.

Galeri 1000 buku dalam Festival Anak Manokwari dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional 2025 di Aula RRI Manokwari. Papua Barat, Rabu (23/7/2025). (PBNEWS/Istimewa)

Selain itu, galeri ini juga menjadi ruang interaktif di mana anak-anak dapat membaca langsung di tempat, mendengarkan dongeng, serta berdialog dengan relawan literasi.

“Anak-anak yang suka membaca akan tumbuh menjadi pribadi yang kritis dan kreatif. Maka lewat galeri ini, kami ingin menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan, bukan membosankan,” tambahnya.

Festival ini hadir bukan hanya sebagai ruang ekspresi seni dan keceriaan, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya dan lingkungan bagi anak-anak. Panitia menghadirkan keunikan khas lokal, yakni memperkenalkan pangan lokal Papua sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang perlu dihargai sejak dini.

Aneka panganan seperti keladi rebus, singkong, sagu, dan olahan ikan lokal disajikan dalam bentuk ramah anak, disiapkan secara higienis oleh orang tua dan komunitas. Selain itu, anak-anak juga diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.

“Kami melibatkan sejumlah UMKM binaan untuk menyediakan makanan dan minuman berbahan pangan lokal. Kami ingin anak-anak mengenal makanan sehat yang berasal dari tanah mereka sendiri, dari kebun dan laut mereka sendiri. Ini bagian dari membentuk kebanggaan dan kecintaan pada budaya lokal,” ujar Yulanda Y. Manufandu, Ketua DPC IWAPI Kabupaten Manokwari, yang terlibat dalam penyediaan pangan lokal.

Tak hanya itu, anak-anak diajak membawa tumbler (botol minum pribadi) sebagai bagian dari kampanye ramah lingkungan dan pengurangan sampah plastik.

“Anak-anak ini perlu dibiasakan hidup bersih dan sadar lingkungan. Hal kecil seperti membawa tumbler bisa menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini,” ungkap Narmiyati, Pendiri Rumah Sagu Sebyar.

Festival Anak Manokwari membuktikan bahwa perayaan Hari Anak bisa menjadi ruang yang menggembirakan sekaligus mendidik—tempat bertemunya seni, budaya, literasi, kesehatan, dan cinta lingkungan dalam satu harmoni.

Dengan pendekatan yang menyenangkan dan bermakna, festival ini menjadi langkah nyata membentuk karakter anak-anak sebagai pewaris masa depan yang cerdas, sehat, dan berbudaya. (sem)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *