Papuabaratnews.id, Vatikan City – Paus Leo XIV mengajak para wartawan untuk menjadi pembawa damai, ketika berbicara dalam audiensi dengan para profesional media di Aula Paulus VI, Vatikan, pada Senin (12/5/2025).
“Anda berada di garis depan dalam mengisahkan konflik dan (berbagi) harapan untuk perdamaian, memberitakan situasi ketidakadilan dan kemiskinan, serta kerja dari begitu banyak orang untuk dunia yang lebih baik,” kata pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang baru terpilih pada 8 Mei lalu.
“Itulah sebabnya saya meminta Anda untuk secara sadar dan berani memilih jalan mengomunikasikan perdamaian,” ujarnya, menambahkan.
Ia menyeru para wartawan media untuk tidak menggunakan kata-kata yang agresif, tidak menganut model persaingan, serta menghindari “perang kata-kata dan gambar”.
“Perdamaian dimulai dari kita masing-masing: dari cara kita memandang orang lain, mendengarkan orang lain, berbicara tentang orang lain; dan, dalam pengertian ini, cara kita berkomunikasi menjadi sangat penting,” kata Paus Leo XIV.
“Kita harus menolak paradigma perang,” katanya.
Paus pertama asal Amerika Serikat itu juga mengatakan bahwa, dalam menghadapi potensi besar kecerdasan buatan (AI), manusia perlu memiliki tanggung jawab dan kebijaksanaan untuk memanfaatkan teknologi tersebut demi kebaikan bersama.
“Tanggung jawab ini menyangkut setiap orang, sesuai dengan usia dan peran mereka dalam masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Leo XIV menyebut kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini. dengan dampak besar terhadap martabat manusia, keadilan sosial, dan dunia kerja.
Isu AI memang semakin menjadi perhatian Vatikan. Di akhir masa kepausannya, Paus Fransiskus telah berulang kali memperingatkan tentang ancaman yang ditimbulkan AI terhadap kemanusiaan, bahkan menyerukan perjanjian internasional untuk mengaturnya. (ant)


***
***





