Papuabaratnews.id, Ransiki – Suasana penuh syukur dan sukacita menyelimuti umat Katolik di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, saat Gereja Stasi Santo Carlo Acutis resmi diberkati. Gereja yang berada di bawah naungan Paroki Ko-Katedral Santo Agustinus Manokwari, Keuskupan Manokwari-Sorong ini diresmikan dalam upacara sakral yang dipimpin langsung oleh Uskup Mgr. Hilarion Datus Lega pada Sabtu (3/5/2025).
Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah baru bagi perkembangan Gereja Katolik di wilayah selatan Papua Barat. Berdiri di atas lahan seluas 2.500 dengan latar alam pedesaan yang asri, bangunan gereja ini menjadi simbol nyata semangat kebersamaan umat dan pertumbuhan iman Katolik di wilayah Ransiki.
Dalam homilinya, Uskup Hilarion menjelaskan pemilihan tanggal pemberkatan yang bertepatan dengan hari kelahiran Santo Carlo Acutis, seorang remaja Katolik asal Italia yang dikenal sebagai santo milenial karena karyanya dalam mempromosikan devosi kepada Ekaristi melalui media digital. Ia menegaskan bahwa gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat kehadiran Tuhan dan wujud kemuliaan umat.
“Santo Carlo Acutis menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menghayati iman dan menggunakan media digital untuk pewartaan. Gereja ini bukan hanya rumah doa, tetapi juga lambang nilai luhur umat yang hidup,” ungkap Mgr. Hilarion.
Pembangunan gereja dimulai pada 3 November 2021 dan berlangsung lebih dari tiga tahun. Ketua Panitia Pembangunan, Petrus Remetwa, menyampaikan bahwa prosesnya dilakukan secara bertahap melalui swadaya umat, bantuan Paroki, dukungan Pemerintah Daerah, serta donatur lainnya.
“Semua ini terwujud karena semangat gotong royong dan komitmen bersama,” ujar Petrus.

Hadir dalam acara pemberkatan sejumlah perwakilan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan, tokoh masyarakat, dan umat dari berbagai stasi serta paroki di wilayah Keuskupan Manokwari-Sorong.
Pastor Paroki Ko-Katedral Santo Agustinus Manokwari, Pastor Yan Vaenbes, turut menyampaikan apresiasi atas antusiasme umat.
“Gereja ini adalah hasil karya iman umat. Kebersamaan dalam prosesnya mencerminkan kesatuan langkah umat dalam ziarah hidup menuju Tuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Aleksanderina Tarpono, perwakilan umat Stasi Ransiki, berharap kehadiran gereja baru ini dapat menjadi pusat pembinaan iman dan pastoral lintas usia.
“Kami ingin semua kelompok kategorial — anak, remaja, OMK, ibu-ibu hingga bapak-bapak — terlibat aktif dalam pelayanan,” harapnya.
Dengan semangat Santo Carlo Acutis dan dukungan berbagai pihak, Gereja Stasi Ransiki diharapkan menjadi pelita iman baru bagi umat Katolik di Manokwari Selatan. (sem/pbn)


***
***





