Papuabaratnews.id, Jakarta – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dari luar koalisi.
“Ibu Mega mengharapkan agar masa kepresidenan Pak Prabowo efektif untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat,” jelas Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani.
Menurutnya, Megawati menawarkan diri, jika dianggap perlu, silakan menggunakan PDIP sebagai instrumen untuk memperkuat pemerintahan, tetapi tidak dalam koalisi.
Ketua MPR ini menambahkan, Megawati juga menyampaikan harapan agar pemerintahan Prabowo senantiasa terus mendepankan kepentingan rakyat.
“Ya kira-kira seperti itu, pokoknya begitu.Jadi pada prinsipnya ibu Megawati juga berharap agar masa kepresidenan Pak Prabowo bisa efektif sebagai kepala pemerintahan dan Kepala Negara menggunakan kekuatannya untuk kepentingan rakyat dan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Prabowo dan Megawati bertemu di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (7/4) malam. Pertemuan di kediaman Megawati itu dilaksanakan dalam rangka silaturahmi lebaran.
Sementara itu, Politikus PDI Perjuangan Guntur Romli mengungkapkan Presiden Ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima parcel saat dikunjungi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, parcel tersebut berisi sayur mayur kesukaan Megawati, salah satunya buah tomat yang berukuran besar. Adapun kedatangan Prabowo itu pun dalam rangka silaturahim setelah Hari Raya Idul Fitri 2025.
“Bahkan Ibu Megawati ingin mendapatkan bibit pohon tomatnya untuk beliau tanam sendiri,” kata Guntur saat dihubungi di Jakarta, Rabu (9/4).
Dalam pertemuan itu, dia mengungkapkan bahwa Megawati dan Prabowo berbincang secara empat mata. Selain membahas bangsa dan negara, menurut dia, mereka membicarakan hal-hal yang bersifat pribadi sebagaimana dua orang yang bersahabat baik selama ini.
Meski kedatangan Presiden Prabowo ke kediaman Megawati bersifat mendadak, menurut dia, Megawati dan Prabowo sebenarnya sudah merencanakan pertemuan sejak lama. Namun karena kesibukan masing-masing, pertemuan tersebut baru dapat terlaksana pada Senin lalu.
“Ibu Megawati dalam banyak kesempatan sering mengatakan, beliau merasa tidak punya hambatan untuk terus melakukan komunikasi dan silaturahim dengan Presiden Prabowo meski posisi politik PDI Perjuangan saat ini masih berada di luar pemerintahan,” kata dia.(kjt/pbn)


***
***





