Papuabaratnews.id, Manokwari – Ribuan umat Katolik memadati halaman dan gedung Gereja Santo Agustinus, Manokwari, Minggu (13/4/2025), untuk merayakan Misa Minggu Palma yang penuh sukacita. Perayaan ini menjadi pembuka Pekan Suci, dan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr Hilarion Datus Lega, didampingi Pastor Paroki RD Januarius Vaenbes.
Prosesi Minggu Palma dimulai dari halaman parkir Rumah Sakit J.A. Dimara, di mana daun-daun palma diberkati. Umat kemudian berarak sejauh sekitar 100 meter menuju gereja sambil membawa dan melambaikan daun palma.
Perayaan ini mengenang peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem sebagai Raja Damai — disambut sorak-sorai, tetapi akhirnya menderita dan wafat demi keselamatan umat manusia. Dalam homilinya, Uskup Datus Lega mengajak umat untuk meneladani Yesus dalam hal pelayanan, kesetiaan, dan pengorbanan.
“Mari kita yakinkan diri bahwa Tuhan membawa kabar sukacita. Kabar ini menjadi obor dalam hidup kita, dan kita diundang untuk menjadi saksi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Uskup.

Tahun ini, perayaan Pekan Suci semakin bermakna karena umat Katolik Indonesia tengah menghayati Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2025 dengan tema nasional: “Pertobatan Ekologis, Peziarahan Pengharapan di Tahun Yobel 2025.”
Tema ini mengajak seluruh umat untuk melakukan pertobatan ekologis, yakni menyadari kembali relasi yang benar dengan alam ciptaan sebagai bagian dari iman yang hidup. Dalam semangat Tahun Yobel — masa rahmat, pembebasan, dan pembaruan — umat diajak untuk membangun harapan bersama dengan menjadi peziarah yang peduli terhadap lingkungan dan sesama.
Di Paroki Santo Agustinus Manokwari, semangat ini tercermin lewat aksi konkret seperti bakti sosial, kegiatan ramah lingkungan, dan pengumpulan dana solidaritas bagi yang membutuhkan.
“Semua umat turut ambil bagian, dari liturgi hingga aksi nyata. Ini bentuk peziarahan kita bersama,” ujar Arnold Tiniap, Ketua Panitia Paskah.
Ia menambahkan bahwa panitia telah menyiapkan 12 tenda dan ratusan kursi tambahan untuk mengakomodasi lonjakan umat yang hadir, mengingat kapasitas gereja hanya sekitar 800 orang.
Pekan Suci berlangsung dari 13 hingga 20 April 2025. Tiga perayaan besar akan menjadi puncaknya: Kamis Putih (17 April), Jumat Agung (18 April), dan Vigili Paskah (19 April). Umat diharapkan hadir dan menghayati perayaan ini sebagai momen pertobatan dan pembaruan iman.
Dari kibaran daun palma hingga seruan pertobatan ekologis, umat Katolik Manokwari menunjukkan bahwa iman bukan hanya urusan pribadi, tapi juga aksi nyata untuk dunia yang lebih baik. Sebuah peziarahan harapan yang terus menyala — di altar, di rumah, dan di alam ciptaan. (sem/pbn)


***
***





