Papuabaratnews.id, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melantik kembali Muhammad Musa’ad sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Papua Barat Daya. Adapun Musa’ad diperpanjang jabatannya setelah menjadi Pj. Gubernur Papua Barat Daya sejak 2022.
Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 159/P Tahun 2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Penjabat Gubernur. Penjabat yang dilantik itu disumpah menurut agama dan kepercayaannya.
“Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melakukan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” kata Tito di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin.
Mendagri mengatakan bahwa Musa’ad saat ini masuk pada tahun ketiga menjabat sebagai Pj. Gubernur Papua Barat Daya. Musa’ad tetap dilantik demi mengisi kekosongan jabatan gubernur.
“Karena sempat terjadi ada beberapa hari kekosongan, lebih baik dilantik lagi, jadi bukan orang baru, sudah paham betul tentang Papua Barat Daya,” kata dia.

Selain Musa’ad, Mendagri juga melantik Ucok Abdulrauf Damenta sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Banten menggantikan Al Muktabar yang telah menjabat sebagai Pj. Gubernur Banten sejak 2022.
Mendagri mengatakan bahwa Ucok merupakan sosok yang berpengalaman dalam mengemban tugas sebagai penjabat kepala daerah setelah sempat menjadi Pj. Wali Kota Palembang.
Menurut dia, Ucok merupakan birokrat dari Kemendagri yang sukses ketika di Palembang.
“Pak Ucok punya pengalaman panjang, cukup sukses di Palembang, naik kelas dikit jadi penjabat gubernur, kami belum tahu berapa lamanya. Nanti kalau sudah ada pelantikan gubernur definitif, otomatis akan selesai menjabat sebagai pj.,” kata mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) itu.
Di lain sisi, Mendagri juga menyampaikan terima kasih kepada Al Muktabar yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ucapan terima kasih itu disampaikan atas dedikasi Al Muktabar selama menjadi Pj. Gubernur Banten. Menurutnya, banyak prestasi yang telah diraih Al Muktabar, termasuk dalam menangani pandemi Covid-19 di Provinsi Banten.

Dia berharap, para pejabat yang dilantik dapat melanjutkan berbagai program yang telah disusun. Ia mengaku terbuka terhadap para Pj. kepala daerah bila ada hal-hal yang perlu dikonsultasikan. Mendagri juga meminta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di masing-masing daerah agar mendukung kinerja Pj. Gubernur yang baru dilantik.
“Tolong pejabat baru didukung, karena apa pun juga itu adalah [hasil] aturan undang-undang. Dan kemudian ini memang adalah kehendak dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” tandasnya.
Adapun pelantikan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin, jajaran Forkopimda Provinsi Banten dan Papua Barat Daya, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (rls/pbn)


***
***





