Papuabaratnews.id, Manokwari – Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, mewisuda 428 diploma tiga hingga doktor. Rektor meminta gelar akademik yang disandang menjadi langkah awal untuk turut berkontribusi dalam memajukan sumber daya manusia di wilayah Timur Indonesia.
Para wisudawan ini, terdiri atas 42 orang lulusan Program Diploma (D3) dan 428 lulusan Program Diploma Empat atau Sarjana (S1), 39 mahasiswa Program Magister, dan 3 mahasiswa Program Doktor.
“Wisudawan Unipa harus bisa memoles orang Papua menjadi ‘mutiara hitam’ menuju ke arah perubahan kemajuan dengan memaksimalkan berbagai keunikan yang dimiliki,” kata Rektor Unipa Hugo Warami pada Rapat Senat Terbuka Unipa dalam rangka wisuda tahun akademik 2024/2025 di Aula Unipa Manokwari, Rabu (20/11/2024).
Rektor mengatakan, lulusan Unipa harus terus berkarya, berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan Pembangunan Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
“Anda semua harus bisa menjadi agen perubahan di Timur Indonesia yang membawa kemajuan dan berkelanjutan, khususnya untuk menjaga kekayaan alam dan budaya Papua,” ujarnya.
Ia mengatakan, lulusan periode kali ini menambah catatan produktivitas Unipa yang sudah berusia 24 tahun.
Sepanjang 24 tahun, Unipa sudah meluluskan 12.728 mahasiswa yang terdiri atas 16 orang program Doktor, 521 orang program magister, 8.591 orang program S1, kemudian 3.571 orang program Diploma, dan 60 orang program profesi dokter.
Hal itu merupakan bukti nyata Unipa terus berkarya, berinovasi dan berkontribusi nyata dari Timur Indonesia dengan kemajuan ilmu untuk kemanusiaan bagi bangsa dan negara Indonesia atas tanah Papua.
Unipa terus berbenah dan berkembang dalam penerapan Tri Dharma perguruan tinggi, sehingga mampu berkontribusi bagi kecerdasan kehidupan bangsa dan berinovasi bagi kesejahteraan negeri.
“Ini sesuai visi Rektor Unipa 2024-2028 yakni mewujudkan Unipa menjadi universitas dengan ekosistem Tri Dharma yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan SDM yang kuat, adab, sinergis, integritas, harmonis, mandiri, dan unggul -KASIHMU- dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Perwakilan Pemprov Papua Barat, Asisten II Bidang Pemerintahan Kesra dan Otonomi Khusus Setda Papua Barat Melkias Werinussa mengatakan, tema wisuda Unipa kali ini adalah membangun kewirausahaan yang berkelanjutan melalui konservasi alam dan budaya Papua sebagai pilar utama.
Tema tersebut sangat relevan dan penting karena kewirausahaan yang berkelanjutan harus mengacu pada usaha yang tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.
Dengan memegang prinsip mengintegrasikan praktik bisnis yang ramah lingkungan dan berorientasi pada berkelanjutan, maka Unipa harus berperan aktif dalam memberikan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam.
Unipa juga perlu berkolaborasi dengan pemerintah, masyarakat dan sektor swasta untuk menciptakan program yang mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis konservasi.
“Dengan menyelesaikan studi di Unipa, wisudawan tidak hanya mendapatkan gelar, tetapi juga bekal pengetahuan dan keterampilan yang akan berguna dalam menghadapi tantangan di masa depan. Lulusan Unipa dipercaya menjadi generasi yang penuh potensi dan inspirasi untuk membawa perubahan positif di wilayah Timur Indonesia,” katanya. (ant/pbn)


***
***





