banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Papua Barat Target Partisipasi Pemilih 85 Persen pada Pilkada 2024

Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere saat diwawancara awak media seusai upacara memperingati HUT Ke-25 Provinsi Papua Barat di Manokwari, Sabtu(12/10/2024. (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere saat diwawancara awak media seusai upacara memperingati HUT Ke-25 Provinsi Papua Barat di Manokwari, Sabtu(12/10/2024. (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari — Pemerintah Provinsi Papua Barat menetapkan target ambisius untuk mencapai tingkat partisipasi pemilih sebesar 85 persen dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. Ini merupakan upaya penting dalam mendukung berbagai program pembangunan yang ada di daerah.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi ini. Dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Manokwari, ia menyatakan bahwa setiap individu yang terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) memiliki kewajiban untuk menggunakan hak suara mereka.

banner 325x300

“Setiap orang harus hadir di tempat pemungutan suara (TPS) pada tanggal 27 November 2024 untuk memberikan suara,” ungkapnya saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Papua Barat yang ke-25, Sabtu (12/10/2024), seperti dilansir dari Antara.

Ali Baham menjelaskan bahwa pemilihan calon pemimpin, baik di tingkat nasional maupun daerah, harus dilakukan melalui proses pemilihan umum yang menjunjung nilai demokrasi, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang tinggi.

Pemerintah menjamin kebebasan bagi setiap pemilih untuk menentukan pilihan mereka tanpa adanya tekanan atau intervensi dari pihak manapun. “Gunakanlah akal sehat dalam memilih calon pemimpin daerah yang sesuai dengan hati nurani masing-masing,” tambahnya.

Pemerintah daerah juga telah berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua Barat dan Kepolisian Daerah Papua Barat. Ini bertujuan untuk meminimalisir potensi pelanggaran yang bisa terjadi selama proses pilkada.

Optimalisasi pengawasan dalam pemilihan ini sangat memerlukan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemuda. Hal ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang bebas dari tindakan pemaksaan dalam pilkada mendatang.

“Sebagai daerah yang telah berumur 25 tahun, sudah sewajarnya masyarakat mampu bersikap dewasa dan bijaksana dalam menghadapi pemilihan ini. Tidak boleh ada bentuk pemaksaan yang terjadi,” tegasnya.

Penjabat Gubernur optimis bahwa pelaksanaan Pilkada 2024 di tujuh kabupaten di wilayah Papua Barat akan berlangsung lancar, berkat edukasi dan sosialisasi yang terus dilakukan secara masif kepada masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah melakukan penandatanganan komitmen bersama dengan para calon kepala daerah dan partai politik pengusung. Ini dilakukan untuk memastikan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif hingga hari pemungutan suara tiba.

“Saya berharap visi dan misi dari para calon kepala daerah dapat sejalan dengan visi pembangunan Papua untuk dua dekade mendatang dan visi Indonesia emas,” tutup Ali Baham. (ant/pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *