Papuabaratnews.id, Manokwari – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manokwari menunjuk tiga tokoh untuk bantu merumuskan soal-soal yang akan ditanyakan saat debat pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati daerah itu pada Pilkada 2024.
“Tiga tokoh ini berlatar belakang akademisi dan profesional,” kata Kepala Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Manokwari, Ronny Wanggai di Manokwari, dilansir dari Antara, Selasa (22/10/2024).
Mereka adalah ektor Universitas Papua (Unipa) Dr. Hugo Warami, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip Universitas Cenderawasih (Uncen) Dr. Y. Gabriel Maniagasi, S. Sos dan mantan Ketua KPU Provinsi Papua Barat Amos Atkana.
Ronny memastikan para tokoh tersebut tak terafiliasi kepada paslon atau partai politik manapun alias netral. Bahkan, katanya, penentuan tim perumus soal juga telah disepakati bersama antara KPU dan tim masing-masing paslon.
Debat kandidat dibagi menjadi lima segmen yang diperuntukkan bagi calon bupati dan wakil bupati.
“Setiap segmen ada yang khusus bupati sendiri, wakil bupati sendiri. Kita sudah melakukan rapat dengan tim perumus, stasiun TV dan pasangan calon terkait setiap segmen yang dibawakan,” jelasnya.
Ia mengatakan, untuk materi debat pihaknya mengambil enam tema besar sesuai dengan petunjuk teknis KPU RI no 1363 tahun 2024.
Enam tema tersebut adalah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, upaya memajukan daerah, peningkatan pelayanan pada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyelaraskan pembangunan daerah kabupaten Manokwari dan memperkokoh NKRI dan kebangsaan.
“Tema tersebut akan dibahas dalam dua sesi debat namun materi debat pertama berbeda dengan debat kedua,” ujarnya.
KPU Manokwari menetapkan dua kali pelaksanaan debat kandidat bupati dan wakil bupati di Kabupaten Manokwari pada 29 dan 31 Oktober 2024. Debat ini akan dilaksanakan di salah satu hotel di Manokwari dan disiarkan secara live oleh salah satu stasiun TV nasional.
“Untuk pelaksanaan debat di hotel, tamu undangan kita batasi hanya 150-200 orang. Sedangkan masyarakat Manokwari bisa menyaksikan debat melalui siaran langsung di TV nasional itu,” kata Ronny Wanggai. (ant/pbn)


***
***





