Papuabaratnews.id, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat tahun 2024 mencapai 67,69. Angka itu meningkat 1,27 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya 66,84.
“Laju pertumbuhan IPM di Papua Barat ini mencatatkan rata-rata tahunan sebesar 1,25 persen dalam periode 2022-2024, yang mencerminkan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek pembangunan manusia,” kata Kepala BPS Papua Barat, Merry dalam Konferensi Pers di Kantor BPS Papua Barat, Manokwari, Jumat (15/11/2024).
Ia menerangkan, kemajuan ini didorong oleh peningkatan di berbagai indikator utama. Umur Harapan Hidup masyarakat Papua Barat meningkat menjadi 68,47 tahun, atau naik sebesar 0,19 tahun dibandingkan 2023.

Selain itu, indikator pendidikan juga mengalami kenaikan dengan Rata-rata Lama Sekolah yang mencapai 7,86 tahun, bertambah 2,61 persen dari tahun lalu. Sementara itu, Harapan Lama Sekolah juga sedikit meningkat menjadi 13,17 tahun.
“Artinya pada tahun 2024 rata-rata umur bayi baru lahir diperkirakan akan hidup hingga 68,47 tahun. (Lalu) rata-rata lama sekolah adalah 7,86 tahun, artinya penduduk usia 25 tahun ke atas memiliki rata-rata lama sekolah 13,17 tahun,” jelas Merry.
Peningkatan dalam aspek ekonomi turut berkontribusi terhadap kemajuan IPM. Pengeluaran per kapita yang disesuaikan mencapai Rp8,805 juta, naik 5,06 persen dibandingkan tahun 2023.
“Kenaikan ini mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat, yang merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kesejahteraan penduduk,” terang Merry.
Merry melanjutkan, di tingkat kabupaten, capaian IPM di Papua Barat menunjukkan variasi. Dari tujuh kabupaten di wilayah Papua Barat, dua kabupaten berada pada kategori “tinggi” (IPM antara 70-80), empat kabupaten di kategori “sedang” (60 ≤ IPM < 70), dan satu kabupaten masuk dalam kategori “rendah” (IPM < 60).

Pegunungan Arfak menjadi kabupaten dengan pertumbuhan IPM tertinggi di Papua Barat pada tahun 2024, mencatatkan angka 1,54 persen, dengan rata-rata pertumbuhan 1,48 persen selama periode 2022-2024.
“Pertumbuhan yang konsisten ini diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kabupaten-kabupaten Papua Barat,” ucapnya
Menurut Merry, peningkatan IPM Papua Barat yang terjadi secara berkelanjutan ini menjadi sinyal positif bagi pembangunan manusia di wilayah tersebut.
“Dengan dukungan yang terus berfokus pada peningkatan aspek kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan ekonomi, Papua Barat menunjukkan komitmen kuat terhadap upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya,” kata Merry. (sem)


***
***





