banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Menag: Pesparawi Nasional XIV Papua Barat Jadi Teladan Kerukunan dan Gerakan Ramah Lingkungan

Suasana penutupan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, Minggu malam (28/6/2026). (Dok. Kemenag RI)
banner 120x600

Penutupan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari menegaskan dua warisan penting, yakni penguatan kerukunan antarumat beragama dan implementasi gerakan ekoteologi melalui penyelenggaraan yang bebas plastik sekali pakai.

Papuabaratnews.id, Manokwari — Menteri Agama Nasaruddin Umar menutup Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, Minggu (28/6/2026).

banner 325x300

Dalam sambutannya, Menteri Agama menilai penyelenggaraan Pesparawi tahun ini meninggalkan dua warisan penting, yakni memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjadi contoh pelaksanaan kegiatan nasional yang ramah lingkungan.

Menurut Nasaruddin, keberhasilan mengusung konsep “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan” menjadi pencapaian bersejarah dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama di bidang penguatan ekoteologi.

“Salah satu hal yang membuat Pesparawi Nasional XIV begitu monumental adalah keberhasilan kita memanifestasikan tema ‘Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan’. Ini merupakan langkah nyata dalam menggaungkan penguatan ekoteologi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, sekitar 8.000 peserta beserta ribuan pendukung menerapkan berbagai kebiasaan ramah lingkungan, di antaranya membawa tumbler pribadi, mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, serta mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Menteri Agama berharap budaya peduli lingkungan yang telah diterapkan selama Pesparawi tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dibawa pulang dan diterapkan di daerah masing-masing sebagai bagian dari gerakan menuju Indonesia yang aman, sejuk, resik, dan indah (ASRI).

Selain aspek lingkungan, Nasaruddin juga menilai Pesparawi Nasional XIV menjadi ruang yang memperkokoh persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global. Menurutnya, perbedaan suku, bahasa, budaya, dan latar belakang peserta justru berpadu dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan.

“Pesparawi mengajarkan bahwa harmoni tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari perbedaan yang saling menghormati, menopang, dan melengkapi dalam satu tujuan bersama,” katanya.

Pada kesempatan itu, Menteri Agama turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen peserta. Bagi para pemenang, ia berpesan agar menjadikan prestasi sebagai motivasi untuk meningkatkan pelayanan. Sementara bagi peserta yang belum meraih penghargaan, ia menegaskan bahwa kehadiran mereka telah menjadi bagian penting dalam memperkuat persatuan, toleransi, dan semangat menjaga kelestarian alam.

“Keikutsertaan seluruh kontingen membawa misi perdamaian, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan kemenangan bagi Indonesia,” ujar Nasaruddin.

Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari tidak hanya menjadi ajang pembinaan seni paduan suara gerejawi, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya merawat kerukunan umat beragama dan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *