banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Polresta Manokwari Sita 1,07 Kg Ganja dari Penumpang KM Dorolonda

Barang bukti ganja seberat 1,07 kilogram yang disita dari penumpang KM Dorolonda berinisial RS di Manokwari, Jumat (24/4/2026). Polisi masih mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan penyelundupan narkotika melalui jalur laut. (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Pelaku RS ditangkap saat kapal sandar, polisi dalami kemungkinan jaringan penyelundupan via jalur laut.

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Kepolisan Resor Kota (Polresta) Manokwari, Papua Barat, berhasil menyita narkotika jenis ganja sebanyak 1,07 kilogram setelah mengamankan seorang penumpang KM Dorolonda berinisial RS.

banner 325x300

Kepala Polresta Manokwari Kombes Pol Ongky Isgunawan, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap tersangka usai menerima informasi penyelundupan ganja.

“RS ditangkap saat kapal sandar di Pelabuhan Manokwari. Kami terima laporan terkait peredaran ganja yang masuk melalui jalur laut,” katanya di Manokwari, Jumat (24/4/2026).

Dari tangan tersangka, kata dia, petugas kepolisan menemukan barang bukti berupa 24 bungkus plastik bening berisi ganja siap edar 384 gram dan dua karung berisi ganja dengan berat 686 gram.

Petugas juga menyita barang bukti lainnya seperti tiga bungkus plastik hitam, satu boarding pass KM Dorolonda atas nama pelaku, satu unit telepon genggam, dan satu karton berwarna cokelat.

“Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut cepat atas informasi dari masyarakat,” ujarnya.

Ongky menyebut bahwa kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap aktivitas pengguna jasa transportasi laut yang masuk dari Jayapura ke wilayah Manokwari.

Hal ini berkaitan dengan hasil pengungkapan kasus penyelundupan ganja dari Papua Nugini ke Manokwari melalui Jayapura yang cenderung memanfaatkan transportasi laut.

“Kasus ini masih dalam pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas,” ucap Ongky.

Ia menjelaskan, pengawasan difokuskan pada titik-titik rawan, termasuk pelabuhan dan kapal penumpang yang melayani rute antardaerah di Tanah Papua, sembari memperkuat koordinasi lintas instansi.

Upaya tersebut merupakan langkah preventif sekaligus respons terhadap meningkatnya potensi peredaran narkoba melalui jalur laut, yang dinilai masih menjadi celah bagi para pelaku kejahatan.

“Kami terus berupaya secara maksimal mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan narkotika,” ujar Ongky.

Dia kemudian mengimbau kepada seluruh masyarakat di Manokwari untuk berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika melalui layanan kepolisian 110.

“Kalau mengetahui hal-hal yang mencurigakan, hubungi call center 110,” kata Ongky. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *