Animasi volunteer TPW Manokwari dan Bintuni siapkan pewarta iman yang setia dan adaptif di era digital.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Keuskupan Manokwari–Sorong memperkuat peran komunikasi sosial (Komsos) melalui kegiatan Animasi Volunteer Komsos bagi Tim Pastoral Wilayah (TPW) Manokwari dan Bintuni, yang berlangsung di Aula Paroki Santo Thomas Aquinas Amban, Manokwari, pada 26–27 Maret 2026. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menuju Indonesian Youth Day (IYD) 2027
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pelatihan teknis, tetapi juga pembinaan spiritual yang menegaskan pentingnya kesetiaan sebagai dasar pelayanan pewartaan di era digital.
Sebanyak 55 volunteer dari berbagai paroki di wilayah TPW Manokwari dan Bintuni ambil bagian dalam kegiatan ini. Selama dua hari, peserta mendapatkan pelatihan di bidang jurnalistik, videografi, reportase, hingga produksi podcast sebagai bekal pelayanan di paroki masing-masing.
Kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Manokwari–Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega. Dalam homilinya, ia menekankan bahwa pelayanan Komsos bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang yang menuntut ketekunan dan kesetiaan.
“Keberhasilan atau kegagalan bukanlah masalah utama. Hal yang terpenting adalah kesetiaan saya dalam memenuhi panggilan tugas serta mengambil hikmah dari kegiatan pelatihan ini,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Uskup Hilarion Datus Lega mengingatkan, menjadi penulis atau pegiat Komsos harus dimulai dari hal-hal kecil dan dijalani dengan tekun. Ia menegaskan, Gereja tidak mencari peliput yang sekadar hebat secara instan, tetapi pribadi yang setia dalam proses belajar.
“Saya tidak berharap para peserta langsung menjadi peliput kaliber tinggi, tetapi cukup menjadi peliput yang setia dan terus belajar,” tambahnya.
Ia juga mengutip teladan Santa Teresa dari Kalkuta yang menegaskan makna kesetiaan dalam pelayanan: “Kita dipanggil bukan untuk menjadi orang yang sukses, tetapi orang yang setia.”

Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manokwari–Sorong, Pastor Fransiskus Katino, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan karya komunikasi sosial di tingkat keuskupan.
“Tujuan jangka pendek kegiatan ini adalah mendukung keberhasilan Indonesian Youth Day 2027, khususnya dalam bidang dokumentasi dan publikasi,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan, misi Komsos tidak berhenti pada dokumentasi semata, melainkan harus berlanjut pada publikasi sebagai bagian dari pewartaan iman.
“Tugas kita adalah mendokumentasikan setiap kegiatan di paroki-paroki. Tetapi bukan hanya disimpan, melainkan juga dipublikasikan. Publikasi itu bagian dari pewartaan iman, kesaksian Gereja melalui media,” tegasnya.
Menurut Pastor Fransiskus, di era digital saat ini, Komsos memiliki peran strategis dalam menghadirkan Gereja di ruang-ruang komunikasi yang lebih luas. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Uskup, para imam, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami berterima kasih kepada Bapa Uskup dan para pastor yang sungguh-sungguh mendukung kegiatan ini, baik di Sorong maupun di Manokwari, membuka dengan Ekaristi dan memberikan materi awal. Kita semua mensupport karya komunikasi sosial,” ungkapnya.
Sebagai informasi, IYD 2027 di Keuskupan Manokwari–Sorong direncanakan berlangsung pada akhir Juni 2027. Rangkaian kegiatan akan diawali dengan program live in di paroki-paroki yang tersebar di wilayah keuskupan.
Melalui kegiatan ini, Gereja Keuskupan Manokwari–Sorong tidak hanya mempersiapkan tenaga dokumentasi dan publikasi untuk IYD 2027, tetapi juga membentuk pewarta iman yang setia, kreatif, dan mampu menghadirkan kabar sukacita Injil melalui media digital. (pbn)


***
***





