Serangan terhadap tenaga kesehatan dinilai sebagai masalah serius yang mengancam pelayanan publik di daerah terpencil.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, mendesak pemerintah segera memberikan perlindungan maksimal bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, menyusul insiden penyerangan yang menewaskan dua nakes.
Desakan tersebut disampaikan Filep menyusul adanya penyerangan oleh orang tak dikenal yang menewaskan dua dari empat nakes saat berkendara di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, pada 16 Maret 2026 sekitar pukul 11.37 WIT.
“Perlindungan keamanan menjadi kunci untuk menjamin keberlanjutan pelayanan kesehatan di daerah terpencil,” kata Filep di Manokwari, Papua Barat, Rabu.
Menurut dia, penyerangan terhadap nakes mencerminkan permasalahan serius sehingga dibutuhkan langkah tegas dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya dan Komando Daerah (Kodam) XVIII/Kasuari untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.
Negara, lanjutnya, harus memastikan jaminan keselamatan secara penuh bagi tenaga kesehatan maupun tenaga guru di daerah konflik agar penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan pendidikan tetap berjalan tanpa gangguan dari kelompok yang berseberangan.
“Atas nama DPD RI, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggal dua orang nakes. Ini masalah serius yang harus segera ditangani aparat keamanan,” ujarnya.
Dia mengatakan, perlindungan bagi tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, serta petugas pelayanan publik lainnya sebenarnya telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk dalam kerangka Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Namun, implementasinya dinilai perlu diperkuat sesuai dinamika di lapangan.
Hal tersebut membutuhkan peningkatan sinergisitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna mengantisipasi berbagai bentuk teror yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan daerah.
“Kehadiran nakes dan guru di daerah terpencil itu untuk melayani masyarakat Papua. Oleh karena itu, jaminan keselamatan bagi mereka adalah hal yang sangat prioritas,” tegas Filep.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, empat tenaga kesehatan diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam. Dua nakes berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke Pos TNI di Bamusbama, sementara dua lainnya dianiaya hingga meninggal dunia.
“DPD RI akan meminta keterangan semua pihak yang berkaitan setelah masa liburan Idul Fitri 2026,” kata Filep. (pbn)


***
***





