banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

95.942 Pekerja Informal Papua Barat Terlindungi Jamsostek 2025

Suasana pelayanan peserta di Kantor BPJamsostek Cabang Manokwari, Papua Barat. Sepanjang 2025, BPJamsostek mencatat 95.942 pekerja informal di Papua Barat telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Didominasi pekerja rentan yang iurannya ditanggung pemerintah daerah.

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) mencatat sebanyak 95.942 pekerja informal atau pekerja rentan di Provinsi Papua Barat telah mendapatkan perlindungan melalui Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) sepanjang tahun 2025.

banner 325x300

Kepala BPJamsostek Cabang Manokwari, Gery Dame Malelak, mengatakan jumlah tersebut mengalami peningkatan signifikan sekitar 50,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 63.725 pekerja informal.

“Peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi pekerja rentan. Sebagian besar peserta pekerja informal didaftarkan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten, dengan iuran yang ditanggung APBD. Ada juga yang mendaftar secara mandiri,” kata Gery di Manokwari, Kamis (8/1/2026).

Ia merinci, jumlah pekerja informal yang telah terdaftar sebagai peserta Jamsostek di masing-masing kabupaten, yakni Kabupaten Manokwari sebanyak 27.184 orang, Kabupaten Fakfak 20.222 orang, Kabupaten Kaimana 19.640 orang, dan Kabupaten Manokwari Selatan 13.340 orang.

Selanjutnya, Kabupaten Teluk Bintuni tercatat sebanyak 6.825 pekerja informal, Kabupaten Teluk Wondama 5.019 orang, serta Kabupaten Pegunungan Arfak 3.712 orang.

Sementara itu, untuk pekerja penerima upah atau pekerja formal, BPJamsostek mencatat sebanyak 43.493 orang telah menjadi peserta Program Jamsostek pada tahun 2025. Angka ini mengalami penurunan sekitar 41 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 73.621 peserta.

Pekerja formal tersebut tersebar di Manokwari sebanyak 17.925 orang, Fakfak 8.575 orang, Teluk Bintuni 6.859 orang, Manokwari Selatan 3.479 orang, Kaimana 3.359 orang, Teluk Wondama 2.378 orang, dan Pegunungan Arfak 918 orang.

“Untuk badan usaha, hingga 2025 terdapat 2.906 badan usaha di Papua Barat yang telah terdaftar sebagai peserta Program Jamsostek,” ujarnya.

Gery menambahkan, sepanjang tahun 2025 BPJamsostek telah merealisasikan 7.258 klaim untuk lima Program Jamsostek dengan total nilai Rp122,912 miliar. Selain itu, BPJamsostek juga menyalurkan beasiswa senilai Rp562,5 juta kepada 165 penerima.

Adapun lima Program Jamsostek yang dimaksud meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Total keseluruhan klaim dan beasiswa yang dibayarkan BPJamsostek di Papua Barat selama tahun 2025 mencapai Rp123.474.544.448,” kata Gery. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *